Sayid Fadhil: Saya tak Bisa Terima

SAYID Fadhil tidak terima diberhentikan dari jabatan Kepala BPKS oleh Ketua DKS yang juga Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT

Sayid Fadhil: Saya tak Bisa Terima
IST
Sayid Fadhil

SAYID Fadhil tidak terima diberhentikan dari jabatan Kepala BPKS oleh Ketua DKS yang juga Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT. Dia berjanji akan melawan secara habis-habisan dan akan menempuh jalur hukum dengan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Saya melihat sesuatu yang aneh dan prihatin dengan keputusan gubernur ini. Apa di sampingnya tidak ada ahli hukum? Dia tahu nggak, seorang Plt tidak bisa menggantikan Kepala BPKS sebelum menjadi gubernur definitif,” kata jebolan Fakultas Hukum Unsyiah ini melalui telepon tadi malam.

Sayid juga menegaskan bahwa ia akan melakukan upaya hukum terhadap putusan pemberhentian tersebut, baik secara pidana maupun perdata. “Karena ini menyangkut hak, martabat, dan harkat diri saya. Di mana saya telah melakukan bersih-bersih di BPKS kok saya yang dibersihkan?” ujarnya.

Sayid Fadhil membantah dan tidak terima jika disebut dirinya arogan dalam memimpin. Dia mengaku sikap yang dilakukannya selama ini menjadikan BPKS lebih baik, karena ibarat penyakit di BPKS sudah menahun.

“Jadi, kalau saya tidak terapi, (pengobatan) dengan hal-hal yang biasa tidak bisa. Kan terbukti, orang-orang yang saya mutasi semua diperiksa di Polda sekarang, ada sepuluh orang. Nah, ini kan pembenaran, jadi saya tidak mengada-ngada,” sebutnya.

Mantan dosen Fakultas Hukum Unsyiah ini menyatakan bahwa sikap Plt Gubernur Aceh yang memberhentikan dirinya sebagai bentuk sikap tidak pro antikorupsi. “Kok saya yang dipermasalahkan, bukannya orang-orang itu?” kata Sayid tanpa merinci siapa yang ia maksud dengan “orang-orang itu”.

Capai target
Meski baru menjabat sembilan bulan sebagai Kepala BPKS, Sayid Fadhil mengatakan dirinya mampu merealisasi anggaran tahun 2018 sebesar Rp 152 miliar atau 68,01 persen dari total pagu Rp 224 miliar. Nilai tersebut, katanya, melebihi target tahun 2017.

“Jumlah pencapaian ini meningkat 8,79 persen dibandingkan tahun anggaran sebelumnya (2017) yang hanya mampu merealisasikan anggaran sebanyak 148 miliar rupiah atau 59,31 persen,” kata Sayid yang mengaku sangat tidak percaya Plt Gubernur memberhentikannya.

Sayid menganggap sikap Plt Gubernur Aceh itu aneh karena tidak mendengarkan langsung persoalan BPKS dari dirinya, melainkan dari orang lain. Seharusnya, lanjut dia, Nova memanggil dirinya untuk mempertanyakan persoalaan yang sedang terjadi.

“Kan alangkah tidak eloknya dia mendengar dari orang lain tanpa mendengar langsung dari saya apa sebenarnya yang terjadi di BPKS. Kan bisa saya jelaskan. Ini nggak, enam sampai sepuluh kali sudah saya ketemu dia, dia buang badan sehingga tidak terbangun komunikasi,” ungkap Sayid.

Dia tidak juga terima kalau dibilang tidak berkoordinasi dengan DKS. “Bagaimana koordinasi saat saya mau ketemu, tapi dia nggak mau. Padahal setiap hari saya ketemu dia di acara resmi. Bisa saja kalau dia mau. Itulah yang sangat saya sesalkan, karena itu saya tidak bisa terima ini dan saya sangat prihatin dengan kondisi Pemerintah Aceh kalau ini dibiarkan terus-menerus,” pungkasnya. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved