Bupati Aceh Besar Minta Pembangunan Jalan Tol Si-Banceh Libatkan Pekerja Lokal

Mawardi Ali berharap proyek pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Si-Banceh) mempekerjakan masyarakat lokal dalam proses pembangunan tersebut.

Bupati Aceh Besar Minta Pembangunan Jalan Tol Si-Banceh Libatkan Pekerja Lokal
FOTO HUMAS ACEH BESARĀ 
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meninjau pembangunan jalan tol Si-Banceh di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JANTHO -- Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, meminta agar proyek pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Si-Banceh) dapat memperkerjakan masyarakat lokal dalam proses pembangunan tersebut.

Hal ini ia sampaikan saat meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (18/1/2019).

Ia berharap para pekerja pembangunan jalan tol ini memperoleh gaji yang layak, guna membantu perekonomian masyarakat yang berada disekitaran lokasi pembangunan.

"Hendaknya para pekerja lokal nanti digaji dengan upah yang layak, bukan minimum," ujarnya.

Selain itu, ia juga meninjau terkait kendala yang dialami sejak proyek dimulai seperti pembebasan lahan dan keamanan, dikarenakan masih ada beberapa lokasi zone merah/sengketa yang belum terselesaikan.

Baca: VIDEO - 26 Km Jalan Tol Aceh Sudah Dibersihkan, Ini Rutenya

Baca: Pembersihan Lokasi Jalan Tol Aceh Sudah 26 Km

Baca: VIDEO - Melihat Kelanjutan Proyek Jalan Tol Aceh

Baca: Ini Luas Lahan Proyek Jalan Tol Aceh yang Sudah Dibebaskan sampai Januari 2019

Baca: Tol Aceh untuk Siapa?

Baca: Tol Aceh Rampung 2024

“memang masih ada beberapa lokasi yang tergolong dalam zona merah, dan kita berharap agar persoalan ini (sengketa lahan-red) agar bisa segera terselesaikan dengan baik”

Jalan tol Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 kilometer ini terbagi dalam 6 seksi yaitu Sp Baitussalam-Kutobaro (5 km), Kutobaro-Blang Bintang (8 km), Blang Bintang-Indrapuri (13 km), Indrapuri-Jantho (16 km), Jantho-Seulimeum (6 km), dan Seulimeum-Padang Tiji (26 km).

Proyek yang menelan biaya kontruksi Rp 8,99 truliun ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 nanti. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved