Empat Kepala Keluarga Korban Kebakaran di Matangkuli Mengungsi di Tenda Darurat

Dalam rumah tersebut, Nurjamaliah tinggal bersama anak, dua menantu dan dua cucunya.

Empat Kepala Keluarga Korban Kebakaran di Matangkuli Mengungsi di Tenda Darurat
SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF
Rumah berkonstruksi semi permanen milik Nurjamaliah (66), janda di Desa Teungoh Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Kamis (17/1/2019) sekira pukul 15.30 WIB terbakar. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Rumah berkonstruksi semi permanen milik Nurjamaliah (66), janda di Desa Teungoh Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Kamis (17/12019) sekira pukul 15.30 WIB terbakar.

Akibat kejadian itu, empat kepala keluarga dari sembilan jiwa yang berada dalam rumah itu kini mengungsi di tenda darurat di samping puing-puing kebakaran.

Masing-masing, Nurjamaliah, bersama tiga anaknya yang sudah keluarga Fadlisyah (37), Armia (28), Muzakir (33).

Baca: Viral Siswa SMA Dijuluki Manusia Listrik, Bisa Bakar Kertas Hingga Setrum Gurunya dengan Sentuhan

Baca: Dua Siswa MAN Blangpidie Terima SIM Gratis Saat Acara Sosialisasi Millenial Road Safety Festival

Baca: Mengerikan! Kakek Ini Cabuli Anak Tiri, Cucu dan Bocah Tetangga, Begini Kejadiannya

“Rumah dan seisinya ikut ludes terbakar, termasuk barang yang sudah dipersiapkan untuk kebutuhan pesta perkawinan anaknya yang direncanakan pada Maret mendatang,” kata Keuchik Teungoh Pirak Nifrizal kepada Serambinews.com Jumat (18/1).

Disebutkan dalam rumah tersebut, Nurjamaliah tinggal bersama anak, dua menantu dan dua cucunya.

Karena itu, setelah rumah terbakar mereka harus mengungsi di bawah tenda darurat yang dibangun warga.

“Tapi tadi pagi (kemarin red) sudah ada bantuan berupa, tenda. Selain itu Pemkab juga akan membantu material untuk membangun rumah sementara,” ujar Nifrizal.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Matangkuli Iptu Sudia Karya menyebutkan, saat kejadian, Nurjamaliah sedang tidur bersama anak-anaknya di ruang tamu.

Salah satu anaknya, Lianasari (19) tiba-tiba melihat kepulan asap keluar dari arah dapur menuju ruang tamu.

“Lianasari sempat histeris melihat api sudah menjalar ke dinding dapur, lalu ia berteriak minta tolong. Lalu warga langsung ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, karena api sudah membesar sehingga tak berhasil,” kata Kapolsek Matangkuli.

Tak lama kemudian tiba mobil pemadam kebakaran, tapi seluruh bangunan rumah telah ludes.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved