Petugas Bongkar Kios PKL di Ulee Kareng

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh bersama TNI, Polri, dan Muspika setempat membongkar

Petugas Bongkar Kios PKL di Ulee Kareng
IST
PETUGAS Satpol PP Banda Aceh membongkar kios tanpa izin di depan MIN Ulee Kareng, Kamis (17/1). 

BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh bersama TNI, Polri, dan Muspika setempat membongkar enam kios milik pedagang kaki lima (PKL) di depan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (17/1). Penertiban kios liar itu merupakan tindakan final dari petugas setelah melalui tahapan persuasif, yaitu memberitahu secara lisan hingga menyurati PKL sebanyak tiga kali.

Amatan Serambi, pembongkaran kios ilegal tersebut tanpa hambatan berarti. Seorang PKL hanya mampu menatap pasrah kiosnya dengan mata berlinang. Sementara beberapa lainnya sibuk menyelamatkan barang berharga seperti kulkas, perabot, dan alat elektronik lainnya. Tidak butuh waktu lama bagi personel Satpol PP untuk merobohkan bangunan berkonstruksi kayu itu.

Kepala Satpol PP Banda Aceh, M Hidayat SSos melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Hardi Karmi SE, di sela penertiban mengatakan, tindakan itu bertujuan untuk mengembalikan akses publik sebagaimana mestinya. Bangunan liar tersebut, lanjutnya, sudah berada di Garis Sepadan Bangunan (GSB) yang merupakan akses masyarakat. “Pendirian bangunan di GSB ini melanggar Perwal Nomor 44 Tahun 2010 Pasal 20 dan Perwal Trantibum Nomor 11 Tahun 2017,” ujarnya.

Selain itu, kata Hardi, hadirnya sejumlah kios di depan MIN 5 Ulee Kareng juga dapat merugikan institusi pendidikan dasar tersebut yang notabene ‘sekolah sehat’ di Banda Aceh. “Berdirinya kios di depan sekolah akan menciptakan suasana kumuh, yang berdampak pada akreditasi sekolah tersebut,” katanya lagi.

Dijelaskan, Satpol PP Banda Aceh sudah melakukan tindakan persuasif mulai dari teguran hingga tiga kali surat peringatan kepada PKL tersebut, namun tak digubris. Maka dari itu, pihaknya harus membongkar habis bangunan kayu tersebut. “Kami melakukan semua tahapan ini sesuai SOP. Material bangunan yang dibongkar juga akan kami kembalikan kepada pemiliknya,” terang Hardi, dan menyebut para PKL yang digusur itu selanjutnya dipindahkan ke Pasar Ulee Kareng.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved