Tafakur

Ujung Kehidupan

Namun demikian, kita harus berlapang dada untuk menerima ketentuan Allah. Umur sudah ditentukan Allah

Ujung Kehidupan

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” (QS. Al Hasyr: 18).

Bila meninggalnya orang yang bermanfaat, siapapun akan merasa kehilangan. Namun demikian, kita harus berlapang dada untuk menerima ketentuan Allah. Umur sudah ditentukan Allah, tidak akan dimajukan atau diundurkan. Dan bahkan kita sangat dianjurkan untuk mengucapkan inna lillahi wainna ilaihi raji’un, setiap yang berasal dari Allah akan kembali kepadaNya.

Dengan mengucapkan inna lillahi wainna ilaihi rajiun, kita diharapkan mengingat diri sendiri, yang juga akan kembali kepada Allah. Dalam keadaan baikkah atau burukkah kita akan kembali kepada Allah bila giliran sudah datang?

Karena itu, mengusahakan agar meraih ujung kehidupan di dunia ini yang baik (husnul khatimah) sangat penting. Husnul khatimah bisa menjadi penanda bagaimana kehidupan sebelumnya dan sesudahnya. Seseorang yang istiqamah hidup dalam kebaikan, insya Allah akan mengakhiri kehidupan dengan baik. Allah memastikan bahwa setiap perbuatan baik, walaupun kecil, akan dibalas. Demikian juga yang buruk, akan dibalas.

Ujung kehidupan yang baik juga bisa menjadi pertanda baiknya kehidupan seseorang selanjutnya, yaitu di alam kubur dan akhirat kelak. Itulah sebabnya, setiap hamba berharap dilapangkan kuburnya, sambil menunggu akhirat. Dan sungguh menyengsarakan bila mengalami kehidupan sempit di alam kubur.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved