Bayi 8 Bulan Penderita Bocor Jantung Butuh Bantuan

Kasus bayi dengan bocor jantung (penyakit jantung bawaan lahir) kembali ditemukan di Aceh Jaya, tepatnya di Desa

Bayi 8 Bulan Penderita Bocor Jantung Butuh Bantuan
IST
FATHAN Al Mainsar, bayi bocor jantung didampingi kedua orang tuanya menangis saat difoto di kediamannya Desa Data Luah, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Kamis (17/1).

CALANG – Kasus bayi dengan bocor jantung (penyakit jantung bawaan lahir) kembali ditemukan di Aceh Jaya, tepatnya di Desa Datar Luas, Kecamatan Krueng Sabee. Bayi tersebut bernama Fathan Al Mainsar (8 bulan), anak dari pasangan Tarmizi (25) dan Lisa Ramayani (25). Fathan divonis menderita bocor jantung sejak usianya menginjak 3 bulan. Penyakit ini diketahui setelah kedua orang tuanya curiga dengan kelainan warna kulit yang terjadi pada anak kedua mereka tersebut.

“Kita tahu (bocor jantung) setelah ada kelainan kulit yang membiru, kemudian kita periksa ke puskesmas, lalu dari puskesmas dirujuk ke RSU Teuku Umar Calang, dan divonis menderita bocor jantung, tapi kemudian dirujuk ke Banda Aceh untuk memastikan penyakit tersebut,” jelas Tarmisi, ayah Fathan didampingi istri kepada awak media di kediamannya, Kamis (17/1).

Dari lahir hingga memasuki bulan ketiga, Tarmizi mengaku tidak mengetahui dan melihat hal aneh yang ada pada anak laki-lakinya tersebut. “Dari lahir sampai bulan ketiga tidak ada yang aneh, cuma kulit saja yang berubah warna. Kan kita orang desa, jadi ya kita anggap itu hal biasa,” ungkapnya.

Setelah beberapa kerabat dan tetangga melihat kondisi itu, Fathan disarankan agar dibawa ke puskesmas untuk di periksa. Setelah diperiksa, pasangan suami istri itu sontak kaget mendengar hal yang tidak pernah sama sekali diketahui terjadi pada anaknya. “Saya untuk penyakit bocor jantung saja tidak pernah dengar, tapi sekarang menimpa anak saya,” ucapnya lirih.

Fathan sudah sempat diperiksa dan menjalani pengobatan sebanyak tiga kali di RSU Zainal Abidin Banda Aceh. Kini bocah 8 bulan itu disarankan untuk dirujuk ke RS Haparan Kita di Jakarta.

“Fathan harus dioperasi di Jakarta. Tapi, jangankan untuk mengobatinya ke Jakarta, untuk hidup saja kami pas-pasan,” ungkapnya. “Saat ke Banda Aceh saja, kami dibantu Dinas Kesehatan dan Baitul Mal. Namun, untuk membawa Fathan ke Jakarta kami masih belum tahu harus bagaimana,” tandasnya.

Menurut cerita sang ayah, Fathan baru bisa dioperasi setelah genap berusia satu tahun. Saat ini, Fathan tidak bisa menikmati waktu layaknya teman sebaya dia, karena penyakit yang dideranya. “Untuk itu, kami memohon bantuan kepada para dermawan agar bisa membantu kesembuhan Fathan, karena keterangan dari dokter prosentase kesembuhan sangat besar tapi harus menjalani operasi,” harapnya.

Kepada para donatur yang ingin membantu bisa mengirimkan donasi ke rekening Bank Aceh 01702035707177 atas nama Tarmizi (ayah kandung Fathan) atau konfirmasi ke nomor 082238373139.

Kans sembuh besar
Sementara itu, Kepala Puskesmas Krueng Sabee, dr M John Sanova mengungkapkan, Fathan masih memiliki peluang besar untuk sembuh dan menjadi seperti anak-anak yang lain asalkan harus dioperasi. “Fathan masih memiliki peluang besar untuk sembuh,” tandasnya.

John Sanova menjelaskan, sesuai dengan Eco yang dibawa pulang keluarga dari RSU Zainal Abidin, penyakit Fathan adalah Tetralogi Osvalop yang merupakan kumpulan dari empat kelainan, yang pertama katup pembuluh dari jantung ke paru-paru menyempit, sehingga aliran darah tidak maksimal.

“Kemudian bilik jantung tidak sempurna, sehingga bisa bercampur darah di bilik jantung,” urainya. Penyakit itu ulasnya, merupakan bawaan dari lahir yang penyebabnya masih belum diketahui. “Karena kalau melihat riwayat keluarga anak ini, tidak ada riwayat penyakit jantung,” tutupnya.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved