Salam

Debat Capres, tidak Seheboh Bayangan

Debat pertama capres dan cawapres sudah digelar, Kamis (17/1) malam dan disiarkan secara live oleh hampir

Debat Capres, tidak Seheboh Bayangan
TribunWow.com/Octavia Monica

Debat pertama capres dan cawapres sudah digelar, Kamis (17/1) malam dan disiarkan secara live oleh hampir seluruh stasiun televisi tanah air. Karenanya, suka tak suka, berjuta-juta pemirsa harus menikmati salah satu agenda Pilpres 2019 yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu. Namun, di akhir debat yang berlangsung tak sepanas gembar-gembor, banyak kalangan yang berkomentar bahwa kedua pasangan belum menyampaikan sesuatu yang baru.

Di luar materi debat, banyak juga pihak yang lebih mengamati tata laksana debatnya, terutama karena masyarakat ingin melihat sikap dan posisi KPU. Meskipun demikian, kita tahu bahwa KPU tidak mungkin mampu memuaskan semua pasangan calon dan tim suksesnya.

Pakar komunikasi politik yang juga akademisi, Gun Gun Haryanto mengatakan, debat sesungguhnya adalah dialektika, biarkan menjadi uji publik bagi para pasangan calon. Yang penting KPU menetapkan aturan main yang dapat menjadi rambu-rambu. Seperti soal tema di lima kali debat, posisi moderator dan panelis, alur setiap segmen. Paling disepakati juga, larangan agar pertanyaan tidak naif dan sangat teknis. Misalnya menggunakan singkatan dan juga pertanyaan teknis yang sangat spesifik di bidang tertentu sekadar untuk mempermalukan lawan. Pertanyaan dan jawaban harus menggambarkan debat presidensial yang mendeskripsikan dan memperdalam isu-isu kebangsaan dengan berbasis data dan argumentasi. “Untuk debat kedua hingga kelima, sebaiknya KPU tidak perlu menciptakan polemik yang tak perlu seperti kasus soal yang diberikan ke para pasangan calon agar tak muncul framing adanya salah satu pasangan calon yang tak siap berdebat,” kata Gun Gun.

Diingatkan pula bahwa debat bukan hanya berlangsung antarpasangan calon di panggung. Sudah pasti, debat akan menjadi proses komunikasi persuasif yang diresonansikan lewat multikanal komunikasi warga. Kita amati, saat para pasangan calon berdebat di forum resmi, terjadi juga debat dahsyat di dunia maya melalui jejaring sosial seperti WhatsApp, Twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lain sangat intens menjadi ajang debat terbuka antarpendukung pasangan calon.

Namun, kita menghargai sejauh ini baik di forum resmi debat maupun di luar itu, khususnya dunia maya, debat masih berlangsung dalam batas-batas wajar. Namun, yang lebih penting kita berharap kepada kedua pasangan capres/cawapres, untuk debat-debat berikut hendaknya kebih fokus dan ada sesuatu yang baru, tidak menjemukan. Fokus yang kita maksud adalah tajam dan tidak mengambang.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved