Enam Perambah Hutan Lindung Diringkus Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie meringkus enam warga yang diduga terlibat kasus illegal logging

Enam Perambah Hutan Lindung Diringkus Polisi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kapolres AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, menggelar konfrensi pers terkait penangkapan lima tersangka ilegal logging, dengan barang bukti 4 unit boat mesin, dan 10,45 ton kayu jenis damar yang ditangkap di kawasan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur 

* Ditemukan Kayu dan Chainsaw

SIGLI - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pidie meringkus enam warga yang diduga terlibat kasus illegal logging atau perambahan kayu di kawasan hutan lindung pegunungan Geumpang, Pidie, Kamis (17/01) sekira pukul 14.30 WIB yang lokasinya berada di Km 14 Jalan Geumpang-Meulaboh, Aceh Barat.

Data dari kepolisian, keenam warga yang ditangkap itu adalah Abdullah Zainal (33), M Isa Usman (45), Marzuki Umar (27), Muhammad Hasan (48), M Isa (26), dan Mahathir Zaini (32). Mereka tercatat sebagai warga Gampong Keune, Kecamatan Geumpang, Pidie.

Polisi juga menemukan satu unit gergaji mesin (chainsaw), 47 keping kayu olahan jenis bran, dan dua jeriken minyak merah yang total isinya sekitar lima liter.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MM kepada Serambi, Jumat (18/1) menjelaskan, penangkapan enam warga yang terlibat pembalakan liar itu berawal dari laporan masyarakat.

Kemudian, personel Reskrim Polres Pidie melakukan pemantauan di lokasi hutan lindung. Saat personel polisi mengendap-endap menuju lokasi terdengar deru suara chainsaw. Polisi pun merapat ke lokasi dengan cekatan menangkap keenam warga yang sedang menebang kayu di hutan lindung.

AKP Mahliadi menyebutkan, warga yang ditangkap itu adalah Abdullah Zainal (33), M Isa Usman (45), Marzuki Umar (27), Muhammad Hasan (48), M Isa Ismail (26), dan Mahathir Zaini Bakri (32).

Di lokasi penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit chainsaw, 47 keping kayu olahan jenis bran, dan dua jeriken minyak merah sekitar lima liter. “Keenam warga Geumpang itu bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Mane dan Mapolres Pidie,” jelasnya.

Ia tambahkan, keenam warga itu ditangkap karena melakukan penebangan pohon dan mengangkut kayu di kawasan hutan lindung tanpa izin dari pejabat berwenang. Aktivitas mereka juga tanpa dilengkapi surat keterangan yang sah. “Aktivitas illegal logging di hutan lindung itu telah merusak hutan dan mengganggu habitat di dalamnya. Untuk itu, masyarakat harus menghentikan perambahan hutan demi menyelamatkan kayu sebagai penyimpan air di dalam hutan,” ujarnya.

AKP Mahliadi menyebutkan, penebangan kayu di dalam hutan lindung melanggar Pasal 82 ayat (1) huruf b dan c juncto Pasal 83 ayat (1) huruf b juncto Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Penangkapan tersangka pelaku illegal logging ini merupakan yang pertama dalam tahun 2019. Kita akan memburu pelaku lainnya yang lokasinya sudah kita ketahui di wilayah Pidie dan Pidie Jaya,” pungkas AKP Mahliadi. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved