Wapres JK Buka Mubes V IKA Unsyiah Jakarta, Universitas Diingatkan Jangan Seperti Museum

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuka Musyawarah Besar V Ikatan Keluarga Alumni Unsyiah Jakarta.

Wapres JK Buka Mubes V IKA Unsyiah Jakarta, Universitas Diingatkan Jangan Seperti Museum
Serambinews.com
Wapres JK pada pembukaan Mubes V IKA Unsyiah, Jakarta, Sabtu (19/1/2019) 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuka Musyawarah Besar (Mubes ) V Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Jakarta, Sabtu (19/1/2019) di Aula Kantor Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB).

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Wapres, didampingi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rektor Unsyiah Prof Syamsul Rizal, dan Ketua IKA Unsyiah Jakarta, Ismail Rasyid.

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan dirinya bagian dari Unsyiah, sebagai salah seorang alumni, dan karenanya berkewajiban menghadiri acara ini. 

Tampak hadir sejumlah tokoh Aceh lainnya, seperti Prof Syamsuddin Mahmud, Azwar Abubakar, Adnan Ganto, Zubir Sahim, dan lainnya.

Dari Aceh, hadir Wakil Ketua DPR Aceh yang juga Ketua IKA Unsyiah Pusat, H Sulaiman Abda.

Baca: Pengurus IKA Unsyiah Jakarta Jumpai Wapres Jusuf Kalla

Baca: Alumni Unsyiah Alami Krisis Kader di Tingkat Nasional

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengingatkan, universitas harus selalu berbicara ke depan.

"Berbeda dengan museum yang berbicara tentang masa lalu. Kalau universitas bicara ke belakang itu artinya mendekati museum," kata Wapres yang akrab disapa JK ini. 

JK yakin, Unsyiah akan selalu bicara ke depan. Ia mengambil contoh, Bappenas yang idenya berasal dari Aceh, yakni ‘Aceh Building Board’ yang digagas di masa Prof Madjid Ibrahim. "Ini contoh kemajuan berpikir ke depan," puji JK.

Baca: 4 Tahun Berdiri, Kampus PDD Unsyiah tanpa Telekomunikasi

Baca: Kritisi Alih Jenjang DIII Kebidanan ke S1 Keperawatan, LSM Geumaseh: Bidan dan Perawat Beda Tupoksi

Sementara, Rektor Unsyiah Prof Syamsul Rizal mengatakan, Unsyiah ke depan akan jadi pusat disaster nasional. Untuk itu ia minta dukungan Wakil Presiden untuk mewujudkan gagasan ini.

Sedangkan Ketua IKA Unsyiah Jakarta, Ismail Rasyid, mengharapkan di masa mendatang alumni Unsyiah bisa lebih berperan lagi dalam pembangunan. "Saat ini memang disadari belum begitu banyak kontribusi dari alumni," ujar Ismail Rasyid.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved