Bupati Segera Tutup Galian C

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, kembali menegaskan komitmennya untuk segera menutup aktivitas galian C

Bupati Segera  Tutup Galian C
FOTO HUMAS ACEH BESAR 
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meninjau pembangunan jalan tol Si-Banceh di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (18/1/2019). 

* Bagi yang tak Berizin

BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, kembali menegaskan komitmennya untuk segera menutup aktivitas galian C, terutama ditujukan bagi perusahaan penambangan yang masih melakukan eksploitasi di lokasi dilarang, tapi tak memiliki izin sama sekali.

“Beberapa hari ke depan, kami akan turun ke lokasi dan melihat langsung kerusakan yang telah ditimbulkan selama ini akibat penambangan galian C, terutama di daerah Krueng Keumireu serta beberapa kawasan lain di Kecamatan Kuta Cot Glie, yang telah dilarang,” kata Bupati Mawardi yang dihubungi Serambi, Sabtu (19/1).

Ia menjelaskan, pada saat turun ke lokasi itulah akan diketahui mana perusahaan penambangan yang memiliki izin dan tidak. “Bagi yang tidak memiliki izin kita akan ambil tindakan,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Aceh Besar ini juga pernah menegaskan, ambruknya dua jembatan gantung di Siron Blang dan Gampong Keuraweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Selasa 18 Desember 2018, akibat tingginya aktivitas galian C yang dilakukan di kawasan tersebut. Menurutnya, galian C yang dilakukan secara ‘gila-gilaan’ di kawasan dilarang itu menjadi penyebab utama ambruknya kedua jembatan gantung di dua desa dalam Kecamatan Kuta Cot Glie.

Bahkan pada saat diwawancarai Serambi, pada Jumat malam, 21 Desember 2018 lalu, Bupati Mawardi mengaku gerah dan geram dengan aktivitas galian C yang masih terjadi di dua gampong tersebut. Karena, sebutnya ekploitasi di dua desa itu sudah sangat luar biasa dan telah berdampak besar terhadap kerusakan sungai dan lingkungan warga, dimana perkebunan masyarakat serta infrastruktur jalan telah hancur, sehingga kondisi itu menyulitkan warga serta anak-anak sekolah saat melintas. Meski, Mawardi saat itu mengaku pihaknya sudah berulang kali melarang, agar aktivitas galian C dihentikan di kawasan di larang itu, tapi masih saja berlangsung.

“Ketika aktivitas galian C itu kita stop, dibilang menghambat pembangunan, proyek-proyek akan terbengkalai, sehingga menjadi dilema. Tapi, dampak yang ditimbulkan selama ini tidak pernah diperhatikan, mulai dari rusaknya lingkungan, sungai yang terus melebar serta hancurnya fasilitas dan infrastruktur jalan. Hal itu seharusnya juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Aceh melalui dinas terkaitnya yang memiliki kewenangan dalam mengeluarkan izin,” pungkas Bupati Mawardi Ali waktu itu.

Jembatan Gantung Terkendala Anggaran
Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali menambahkan, terkait ambruknya dua jembatan gantung di Gampong Siron Blang dan Gampong Keuraweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, di pertengahan Desember 2018 lalu, belum dibangun kembali karena ketiadaan anggaran.

“APBK tahun ini sudah disahkan dan memang tidak ada anggaran untuk pembangunan dua jembatan gantung yang ambruk tersebut. Tapi, kami sudah meminta bantuan dari APBN serta dana tanggap darurat nasional untuk bisa membantu pembangunan dua jembatan gantung yang putus tersebut,” ungkap Bupati Mawardi.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved