Janda Gampong Pie Bangun Usaha Kue

Janda lima anak, bernama Ainal Mardhiah (48) warga Gampong Bie, Kecamatan Pidie terus berupaya membangun usaha kua

Janda Gampong Pie Bangun Usaha Kue
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kue Sangko 

SIGLI- Janda lima anak, bernama Ainal Mardhiah (48) warga Gampong Bie, Kecamatan Pidie terus berupaya membangun usaha kua tradisional sejak 2016, bahkan ikut menampung empat pekerja lokal. Dia harus menjadi tulang punggung keluarga, sesuai suami tercintanya berpulang ke Rahmatullah tiga tahun lalu.

Ainal Mardhiah yang ditemui Serambi, Sabtu (19/1) mengatakan dari usaha yang digelutinya, sudah mampu membiayai pendidikan ke lima anaknya. Disebutkan, keuntungan bersih yang diperoleh setiap bulan antara Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per bulan.

Dia mengungkapkan tiga anaknya menjadi santri di Dayah Muslimah Samalanga, Bireuen dan terkecil masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), serta yang satu lagi masih berstatus honorer di lingkungan Pemkab Pidie. Janda ini menjual kue ke pedangan keliling, juga menjual sendiri di pinggir jalan Grong-grong menuju Kecamatan Batee.

Ainal menyatakan sempat memperkerjakan empat wanita, disamping dirinya dalam pembuatan pembuatan kue yang dimulai dari bahan baku, seperti memparut kelapa. “Pekerja empat orang, tapi yang aktif hanya dua orang, sehingga saya harus terlibat langsung menyiapkan bahan baku, memasukkan kue dalam mesin dan dalam kemasan,” jelasnya.

Kue yang diproduksinya berupa bak pia dan melinda, sehingga saat kacang merah naik, maka keuntungannya semakin kecil, karena harga jual tidak naik. Dia mencontohka, jika kacang merah naik dari Rp 16 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg, maka keuntungan turun.

Dia mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah dan masih berharap adanya perhatian dari pemerintah, terutama pelatihan cara membuat kue varian baru maupun mesin proses pembuatan baru. “Selama ini, kami membuat kue model lama,” tuturnya.

Sedangkan Kabid Fakir dan Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Pidie, Junidar menjelaskan telah meninjau usaha kue di Gampong Bie, Kecamatan Pidie. Dikatakan, usaha kue tersebut sudah mulai modern, sehingga bantuan yang selama ini diberikan kepada kaum ibu, belum memenuhi kriteria jika diberikan kepada pemilik usaha kue tersebut.

“Kita memberikan bantuan mesin biasa, bukan mesin modern. Tapi, kalau di Gampong Bea, mesin yang digunakan telah modern. Kami telah turun langsung melihat aktivitas pembuat kue di desa tersebut,” jelasnya.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved