Masa Depan Sabang bukan Isi Air Kapal

Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) mengingatkan masa depan Sabang adalah industri perikanan

Masa Depan Sabang bukan Isi Air Kapal
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (10/9/2018)(Dok Sekretariat Wakil Presiden) 

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) mengingatkan masa depan Sabang adalah industri perikanan dan pariwisata bukan lagi sebagai tempat persinggahan kapal untuk mengisi air seperti dibayangkan dulu.

Wapres mengatakan itu saat memberi sambutan pada Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta, Sabtu (19/1).

Hadir dalam acara tersebut Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rektor Unsyiah Prof Syamsul Rizal, dan sejumlah tokoh Aceh seperti Syamsuddin Mahmud, Adnan Ganto, Azwar Abubakar, Surya Darna, Sulaiman Abda, dan lainnya.

“Situasi sekarang sudah berbeda. Dulu berat kapal hanya 5.000 ton. Sekarang 50.000 ton. Kapal sekarang canggih dan berteknologi tinggi. Punya fasilitas mengubah air laut jadi air tawar. ABK (anak buah kapal) juga hanya sedikit. Seluruh kebutuhan tersedia di kapal,” kata JK.

Wapres minta segera dilakukan perubahan orientasi pembangunan Sabang dari pelabuhan transit menjadi pusat industri perikanan internasional dan pariwisata.

“Dua hal itu saya kira yang bisa dikembangkan di Sabang, begitu ya Pak Gubernur,” kata Wapres disambut anggukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Menanggapi arahan Wapres, Nova yang juga Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), menyatakan skema pembangunan Sabang sudah dijalankan seperti yang diharapkan Wapres.

“Dari beberapa kajian, kita sampai kepada kesimpulan bahwa Sabang dikembangkan sebagai daerah industri pariwisata internasional dan perikanan. Dewan Kawasan sudah memberikan arahan kepada BPKS untuk melaksanakan beberapa langkah mendukung berkembang industri pariwista internasional dan pusat perikanan,” ujar Nova.

Langkah-langkah dimaksud antara lain memperbanyak even nasional dan internasional di Sabang, memperbanyak kunjungan wisata melalui kapal pesiar, menyiapkan infrastruktur sosial masyarakat dengan medorong tumbuhnya enterpreuneur industri pariwisata dan perikanan seperti homestay, handy kraft, restoran, penataan kawasan wisata, dan sebagainya.

Selanjutnya, kata Nova, meningkatkan kerja sama tiga negara dengan mengembangkan kawasan Segi Tiga Saphulang

yakni Sabang-Phuket-Langkawi atau IMTGT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle).

Plt Gubernur Aceh mengakui pengembangan kawasan Sabang selama ini berjalan lambat atau kurang progresif. “Karena itu kita arahkan BPKS sebagai eksekutif pengembangan kawasan menjalankan kebijakan DKS untuk mempercepatnya. Kita harus bergerak cepat, mengingat keadaan sudah begitu banyak terjadi perubahan,” ujar Nova Iriansyah yang dihubungi selepas Mubes V IKA Unsyiah.

Segera ujudkan
Ketua Ikatan Masyarakat Sabang Jakarta Raya (Imas Jaya), Fachrulsyah Mega yang juga mendengarkan arahan Wapres JK, menyatakan mendukung sepenuhnya kebijakan yang diambil pemerintah sebagaimana diutarakan Wapres JK.

“Kami masyarakat Sabang Jakarta Raya megharapkan Plt Gubernur Aceh sebagai Ketua DKS segera meujudkannya dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan. Ini sebagai bukti janji politik yang akan terus ditagih masyarakat,” ujar Fachrulsyah.

Disebutkan, Sabang harus menjadi gerbang utama poros maritim Indonesia wilayah barat melalui industri perikanan dan industri pariwisata. “Untuk itu perlu diperkuat infrastruktur terutama kapal angkut barang yang selama ini menyatu dengan angkutan penumpang dan kendaraan pribadi,” saran Fachrulsyah.(fik)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved