Pekerja Asal Cina bukan Tanggung Jawab Lafarge

Pihak PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) selaku anak perusahaan PT Holcim Indonesia Tbk menyatakan persoalan yang dihadapi

Pekerja Asal Cina bukan  Tanggung Jawab Lafarge
FOR SERAMBINEWS.COM
Sebanyak 51 TKA asal Tiongkok yang diamankan di pabrik semen Lhoknga milik PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) sudah dipulangkan. Mereka diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh besar, Sabtu (19/1/2018) sore, dengan menumpang pesawat Lion Air 

BANDA ACEH - Pihak PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) selaku anak perusahaan PT Holcim Indonesia Tbk menyatakan persoalan yang dihadapi tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang dilaporkan menyalahi visa tidak menjadi tanggung jawab PT LCI tetapi PT Shandong Licun Power Plant Technology Co. Ltd selaku perusahaan mitra kerja mereka.

Pernyataan itu disampaikan Communications dan Event Specialist PT Holcim Indonesia Tbk, Faraby Azwany dalam siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (19/1). Menurutnya, ke-51 TKA itu merupakan karyawan PT Shandong yang didatangkan dari Tiongkok.

Ia menjelaskan, dalam kontrak kerja antara PT LCI dengan mitranya, termasuk PT Shandong, pihak LCI mewajibkan mitra kerjanya mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk penggunaan TKA. Semua kewajiban itu sudah dirangkum dalam kontrak kerja, sebagai bagian dari kepatuhan yang diterapkan oleh perusahaan.

Namun terkait adanya penyalahgunaan visa oleh karyawan di perusahaan mitranya, PT LCI akan memastikan PT Shandong segera melakukan perbaikan dan merevisi izin kerja karyawan asingnya. “LCI juga akan memastikan pihak Shandong segera berkoordinasi masalah izin kerja ini dengan Dinas tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh dan pihak terkait lain secepatnya,” ujar Faraby.

Faraby menjelaskan, PT Shandong Licun Power Plant merupakan pihak ketiga atau mitra yang ditunjuk oleh PT LCI untuk mengoperasikan power plant sebagai penyedia daya listrik untuk pabrik mereka.

Selaku perusahaan, pihaknya saat ini sudah menjalankan aturan yang berlaku, bahwa setiap warna negara asing yang mengunjungi seluruh area perusahaan wajib dilengkapi dokumen resmi yang sesuai aturan, baik itu untuk bekerja atau studi.

Meskipun saat ini sebanyak 51 TKA sudah dipulangkan, namun operasional PT LCI dan PT Shandong tetap berjalan lancar. Karena saat ini PT Shandong juga memiliki tenaga kerja lokal untuk menggerakkan operasionalnya, sehingga suplai listrik ke LCI tetap lancar.

Sudah dipulangkan
Kepala Bidang Pengawasan Ketenagkerjaan Disnakermobduk Aceh, Putut Rananggono mengatakan, sebanyak 51 TKA asal Tiongkok itu sudah dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar dalam dua tahap.

Tahap pertama dipulangkan sebanyak dua orang pada Jumat (18/1) malam. Kemudian pada Sabtu (19/1) sore dipulangkan sebanyak 49 orang lagi. Mereka menempuh penerbangan Banda Aceh-Jakarta dengan pesawat Lion Air pukul 16.30 WIB.

Putut mengatakan, ke-51 TKA itu dipulangkan ke perusahaan induknya di Jakarta. Selanjutnya, nasib para TKA akan diserahkan ke perusahaan tempat mereka bekerja. Jika ingin balik lagi ke Aceh, harus melengkapi dokumen dan bekerja sesuai izin yang diberikan.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved