Tukik Dilepas di Pantai Dewantara

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr Herman Fithra bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan dan Akuakultur Fakultas Pertanian

Tukik Dilepas di  Pantai Dewantara
Foto IST
Rektor Unimal Dr Herman Fithra bersama mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Kelautan dan Akuakultur Fakultas Pertanian setempat melepaskan puluhan ekor penyu di pantai Desa Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara kemarin. Foto IST 

LHOKSUKON – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr Herman Fithra bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan dan Akuakultur Fakultas Pertanian setempat melepaskan puluhan ekor penyu di pantai Desa Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara Kamis (17/1). Penyu itu merupakan hasil penangkaran/tetas penelitian mahasiswa.

Rektor Unimal mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan bahagian dari tridharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dan peduli terhadap lingkungan. “Kami berharap pelepasan ini dapat memotivasi masyarakat setempat untuk sama-sama menjaga kelestarian penyu di masa yang akan datang,” pesan.

Disebutkan, tujuan pelepasan penyu tersebut untuk mengedukasi masyarakat dan mengampanyekan tentang pentingnya pelestarian satwa di tengah maraknya perburuan telur penyu. Unimal melalui Pusat Kelautan (Marine Center) terus berupaya menangkarkan telur penyu, sehingga keberadaan penyu di kawasan Aceh Utara dapat lestari.

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang menjumpai telur penyu di kawasan pantai Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe untuk dapatmenginformasikan maupun menyerahkan ke kawasan penangkaran penyu di pantai Keude Krueng Geukueh untuk ditangkarkan atau ditetaskan,” imbau Rektor Unimal.

Sementara Kepala Marine Center Unimal, Dr Zulfikar menyebutkan, kegiatan pelepasan tukik di Aceh Utara ini adalah merupakan kegiatan perdana dalam 20 tahun terakhir. Pelepasan penyu lekang (Lepidochelys olivaces) di pantai Krueng Guekueh merupakan upaya pelestarian di kawasan tersebut, karena tukik mempunyai kemampuan merekam lokasi pertama dia dilepaskan, sehingga diharapkan tukik itu akan kembali bertelur di tempat semula.

“Banyak masyarakat tidak mengetahui, butuh waktu selama 50-60 hari agar telur penyu dapat menetas dan butuh waktu yang cukup lama untuk tukik tumbuh dewasa dan bertelur kembali yaitu 30- 40 tahun,” ujar Zulfikar.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved