Anak Suspect Difteri Dirawat

Seorang anak berusia 12 tahun harus dirawat di Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli, Pidie, karena diduga terjangkit

Anak Suspect Difteri Dirawat
DOK SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi Difteri 

* Kasus Terbaru Tahun 2019

SIGLI - Seorang anak berusia 12 tahun harus dirawat di Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli, Pidie, karena diduga terjangkit difteri. Lantaran penyakit ini mudah menular, anak tersebut menjalani perawatan dalam ruangan khusus di rumah sakit tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Turno Junaidi MKes kepada Serambi, Minggu (20/1) mengatakan, di awal tahun 2019 tercatat satu kasus difteri yang dialami anak asal Kecamatan Peukan Baro ini.

“Ya, ada satu kasus difteri terbaru. Saat ini pasien dirawat di Rumah Sakit Sigli,” ujar Kabid P2P Dinkes Pidie, Turno Junaidi. Pihaknya menyebut kasus ini suspect, sebab hasil pemeriksaan laboratorim belum diterima. “Masih diperiksa, jadi belum bisa kita sebut positif, masih suspect atau dugaan difteri,” ujarnya.

Adapun penyebab difteri, salah satunya anak tidak diberi imunisasi atau kurangnya kekebalan tubuh. Oleh karena itu, diimbau seluruh warga Pidie untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya. Dengan mendapatkan imunisasi, bisa terhindar dari bakteri difteri, karena ketahanan tubuh sudah kuat. Turno mengaku sudah melakukan pencegahan secara umum. Dinkes Pidie sudah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu imunisasi secara massal.

Di sisi lain, pengamatan Serambi, jumlah pasien rawat inap di Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli terus meningkat. Akibatnya, pasien antre di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk dapat kamar.

Direktur RSU Tengku Chik Ditiro Sigli, drg Moh Faisal Riza MARS melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, dr Dwi Wijaya kepada, Minggu (20/1) mengaku, kapasitas rawat inap disediakan sebanyak 303 tempat tidur. “Pasien meningkat, tapi peningkatannya tidak semua ruangan. Sehingga pasien antre di ruang IGD untuk menunggu kamar,” ujar dr Dwi Wijaya, Kabid Pelayanan.

Menurutnya, ruangan yang paling banyak pasien saat ini adalah ruang penyakit dalam wanita maupun ruangan penyakit dalam pria, kemudian ruangan saraf dan ruangan anak. Anak-anak memang menderita berbagai penyakit, termasuk terduga difteri yang memerlukan kamar khusus untuk perawatan. “Memang saat ini tidak ada pasien yang tidur di selasar (lobi). Kita tetap upayakan pasien dirawat di dalam kamar,” katanya. Untuk mengatasi jumlah pasien meningkat ini pihak rumah sakit juga menyiasati dengan menambah bed. Tujuannya agar pasien bisa ditempatkan di dalam kamar. Solusi lain, pasien terpaksa antre dulu di ruangan IGD. Ini dilakukan supaya pasien bisa mendapatkan kamar yang nyaman saat pindah ke ruangan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Pidie mencatat, terhitung Januari hingga November 2018, kasus difteri mencapai 23 orang. Alhamdulillah, dari puluhan kasus tersebut, tidak ada korban yang meninggal dunia. “Kami data melalui petugas di 26 Puskesmas se-Kabupaten Pidie,” ujar Turno .

Pasien-pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Sigli. Ada pula yang dirawat di rumah sakit luar Kabupaten Pidie. Dari jumlah kasus itu, usia pasien terendah 3,5 tahun dan paling tinggi 17 tahun. Paling banyak pasien asal Kecamatan Kembang Tanjung, mencapai empat orang. Sedangkan dari Kecamatan Peukan Baro ada dua kasus. Selanjutnya Kecamatan Sakti dan Kecamatan Pidie, Glumpang Baro, masing-masing tiga kasus. Kemudian Mutiara Timur, Indra Jaya, masing-masing dua kasus. Sedangkan Mane, Tangse, Simpang Tiga, dan Mila masing-masing tercatat satu kasus.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved