Tafakur

Melawan Nurani

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat

Melawan Nurani

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS Al-Maaidah: 32).

Ketika seseorang meninggal dunia, barulah kebanyakan orang berharap agar kematiannya baik dan memperoleh surga. Bahkan ketika mau dikuburkan dan diadakan tausiah seraya ditanyakan apakah yang meninggal orang baik, serempak jamaah menjawab “baik”. Padahal tak sedikit di antara orang yang meninggal dunia sebenarnya pelaku kejahatan dan menimbulkan bencana besar bagi umat manusia.

Walaupun berlawanan dengan hati nurani, pengakuan baik itu mungkin sebagai sebuah harapan agar dijadikan orang baik oleh Allah. Padahal yang ditanyakan baik itu telah tak mungkin lagi mengubah diri. Bahkan dikatakan dalam sebuah hadits, apabila mati seseorang anak cucu Adam, terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak salih yang mau mendoakannya.

Kalau memang berharap setiap baik hingga datang kematiannya, setiap diri kita harus berani menunjukkan kepedulian satu sama lain. Bahkan terhadap pengedar Narkoba, kita berkewajiban untuk mengingatkannya agar kembali ke jalan yang benar. Mengedar Narkoba sama dengan membunuh umat manusia yang tak terhingga jumlahnya. Membunuh satu saja sangat banyak dosanya, apalagi banyak. Juga, menikmati hasil Narkoba sama dengan menari-nari di atas penderitaan orang banyak. Sayangnya, banyak orang memilih diam walaupun mengetahui kejahatan Narkoba dilakukan oleh anaknya sendiri, saudaranya, atau orang sekampungnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved