Salam

Ubah Semangat TempurJadi Semangat Berusaha

Sepenggal kalimat penyemangat dilontarkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi sambutan pada pembukaan

Ubah Semangat TempurJadi Semangat Berusaha
Serambinews.com
Ismail Rasyid (paling kanan) pada pembukaan Mubes V IKA Unsyiah Jakarta, Sabtu (18/1/2019). 

Sepenggal kalimat penyemangat dilontarkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi sambutan pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Keluarga Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA Unsyiah) di Jakarta, Sabtu (19/1).

Kalimat itu adalah generasi Aceh hendaknya mengubah semangat tempur menjadi semangat berusaha atau entrepreneur karena Aceh punya spirit tersebut. JK bahkan menyebut dulu ada Atjeh Kongsi dan Atjeh Sepakat yang menguasi perdagangan di Medan, Sumatera Utara. “Sekarang bagaimana? Ini tantangannya,” kata anak saudagar yang jadi pengusaha kemudian dua kali menjadi Wapres Indonesia ini.

Sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia kemarin, JK yakin bergiat di bidang entrepreneur sebagai cara jitu memajukan daerah. Makin banyak pengusaha di Aceh, menurutnya, makin bagus. JK bahkan mengklaim bahwa masa depan ekonomi terletak pada entrepreneur dan profesionalisme.

Ia ingatkan alumni Unsyiah agar memikirkan hal itu, baru berpikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Nah, apa yang diutarakan Wapres itu sesuatu yang sangat prospektif dan visioner. Juga terasa sangat relevan dengan kebutuhan Aceh saat ini maupun untuk menjawab tantangan Aceh di masa depan.

Kita tahu sudah lebih tiga tahun Aceh bertahan sebagai provinsi termiskin di Sumatra dan nomor lima termiskin di Indonesia. Ini karena, jumlah penduduk miskin di Aceh masih sangat banyak, mencapai 831.000 orang dari 5,2 juta jiwa penduduk.

Persentase penduduk miskin di pedesaan malah mencapai 18,55%, di perkotaan 9,63%. Besarnya komposisi penduduk miskin ini menunjukkan masih banyak orang Aceh yang menganggur atau sudah bekerja, tapi jumlah penghasilannya tak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Untuk itulah, Aceh memerlukan banyak wirausaha yang bukan saja mampu menafkahi diri dan keluarganya, tapi juga mampu menyediakan lapangan kerja serta membayar upah karyawannya setara atau bahkan di atas Upah Minimal Regional (UMP) Aceh, yakni Rp 2,9 juta per bulan.

Lewat cara inilah, seperti dikatakan Wapres Jusuf Kalla, perekonomian Aceh dapat dimajukan dan penduduknya disejahterakan. Untuk itu, lembaga-lembaga perekonomian dan dunia usaha di Aceh harus memprogramkan untuk mencetak entrepreneur muda sebanyak-banyaknya, seperti pernah dilakukan KNPI Aceh dengan mencetak 1.000 wirausahawan muda tiga tahun lalu. Tapi untuk Aceh yang perekonomiannya masih terpuruk, 1.000 pengusaha muda itu masih terlalu sedikit. Ayo kita tambah dan tambah terus. Ubah juga semangat tempur menjadi semangat untuk berusaha. Dengan kata lain, berusahalah segigih bertempur.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved