Aceh United Bakal Dilego

Aceh United Football Club (AUFC) siap dilepas kepemilikannya alias dilego. Alasan utama pihak manajemen melepas tim

Aceh United Bakal Dilego
ist
Presiden Klub Aceh United Football Club (AUFC), H Muhammad Zaini Yusuf ST

BANDA ACEH – Aceh United Football Club (AUFC) siap dilepas kepemilikannya alias dilego. Alasan utama pihak manajemen melepas tim yang musim lalu berhasil masuk babak delapan besar Liga 2 Indonesia karena krisis finansial. Informasi tersebut disampaikan Presiden Aceh United, H Muhammad Zaini Yusuf ST kepada Serambi, kemarin.

“Kami memutuskan untuk melepas Aceh United. Ini memang keputusan berat yang mau tidak mau harus kami lakukan. Tujuannya, semata-mata untuk menyelamatkan tim yang sudah kami bina sejak dari divisi III. Dengan keputusan ini kami harap Aceh United tetap bisa mengikuti Liga 2 musim 2019,” jelas Muhammad Zaini.

Dikatakan, dirinya tidak mungkin lagi mempertahankan Laskar Iskandar Muda--julukan Aceh United--untuk mengikuti kompetisi tanpa dukungan finansial yang memadai. “Sebab, untuk mengarungi satu musim Liga 2, kita butuh dana minimal sekitar empat miliar rupiah,” ungkapnya.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, menurut Zaini, pihaknya sudah berusaha untuk mencari sponsor untuk Aceh United. Namun, lanjutnya, sampai saat ini belum ada perusahaan atau lembaga yang mau menjadi penyandang dana untuk tim tersebut. “Saya berharap ada perusahaan nasional yang kini beroperasi di Aceh seperti PT Medco, PT Semen Indonesia Lhoknga, PT PIM atau PT Mifa Bersaudara mau meng-take over Aceh United,” harap Zaini. 

Sebab, tambahnya, selain menjadi bagian dari memajukan sepak bola Tanah Rencong, keberadaan klub Liga 2 di Aceh seperti Aceh United juga berdampak baik bagi pengembangan ekonomi daerah yang menjadi homebase klub yang bersangkutan. “Dengan adanya klub Liga 2, omset hotel, sarana tranportasi, pedagang, tukang parkir, dan lain-lain otomatis juga akan meningkat,” tandasnya.

Untuk diketahui, Aceh United sudah meramaikan dunia persepakbolaan nasional sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2017, Aceh United berjuang dari Liga 3 dan berhasil menutup kompetisi sebagai juara III. Atas prestasi itu, tim yang sempat bermarkas di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh dan Stadion Cot Gapu, Bireuen itu kemudian berhak promosi ke Liga 2.

Pada tahun 2018, Aceh United tampil di Liga 2 dan menargetkan bisa menembus Liga 1 di musim 2019. Sayangnya, pada pertengahan musim 2018 terjadi masalah di internal Aceh United, terutama finansial. Dampaknya, unsur manajemen, ofisial, dan pemain harus dirampingkan. Dengan beberapa kekurangan itu, Aceh United masih beruntung karena tetap mampu menorehkan prestasi bagus. Buktinya, Arianto cs berhasil melenggang sampai ke babak delapan besar. 

Pada musim 2019, Aceh United masih bertahan di Liga 2. Nantinya, mereka akan tergabung di grup wilayah barat antara lain bersama PSPS Pekanbaru, Cilegon United, Persibat Batang, Persiraja Banda Aceh, dan serta dua kesebelasan yang terdegradasi dari Liga 1 yaitu PSMS Medan dan Sriwijaya FC.

Pada bagian lain, Presiden Aceh United Football Club (AUFC), H Muhammad Zaini ST menjelaskan, hingga saat ini sudah ada pihak atau pengusaha dari Pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua yang menawar untuk mengakuisisi Aceh United. ”Tapi, kami masih menunggu pengusaha Aceh yang membelinya. Bila dalam minggu ini tidak ada juga peminat dari Aceh, terpaksa saya terima tawaran dari pengusaha luar daerah tersebut,” jelas Muhammad Zaini, kepada Serambi, kemarin.

Ia sangat berharap ada pengusaha Aceh yang peduli dan mau mengasuh tim tersebut. Sebab, menurutnya, bagaimana pun juga Aceh United termasuk bagian dari tim yang ikut mempromosikan dan menjaga marwah sepak bola Serambi Mekkah di pentas nasional. Karena itu, Zaini menyayangkan bila ke depan Aceh United akan diakuisisi dan dimiliki oleh pengusaha dari luar Aceh.  

“Sayang jika Aceh United dimiliki oleh orang luar daerah. Sebab, nama klub kemungkinan akan diganti dan home base-nya juga dipindah. Tapi, jika dimiliki dan dikelola oleh orang Aceh, nama Aceh tetap melekat di tim tersebut dan Aceh United masih bisa menjadi wadah untuk pemain lokal menambah jam terbang. Selain itu, masyarakat juga bisa menyaksikan pertandingan sepak bola level Liga 2,” jelas Muhammad Zaini.

Jika Aceh United sudah dimiliki oleh pengusaha luar, tambahnya, sangat sulit ada tim lain dari Aceh yang bisa masuk sebagai kontestan Liga 2 bersama Persiraja Banda Aceh. Sebab, menurut Zaini, makin lama persaingan menuju kompetisi kasta kedua di Tanah Air tersebut makin ketat.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved