Plebisit UU Organik Bangsamoro

Punya 50.000 Pasukan Bersenjata, MILF tak Pernah Pungut Pajak Revolusi (Bagian 6-Habis)

Tidak salah untuk mengatakan bahwa Front Pembebasan Islam Moro adalah satu-satunya organisasi revolusioner yang tidak memungut pajak revolusi.

Punya 50.000 Pasukan Bersenjata, MILF tak Pernah Pungut Pajak Revolusi (Bagian 6-Habis)
Facebook.com/Unofficial- Moro Islamic Liberation Front
Kolase foto gerilyawan Moro Islamic Liberation Front (MILF), Desember 2018. 

SERAMBINEWS.COM - Pada bagian kelima wawancara Anadolu Agency dengan Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul, Huseyin Oruc menyebut, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) boleh disebut sebagai satu-satunya organisasi revolusioner yang tidak memungut pajak revolusi.

MILF memiliki struktur yang menunjukkan perjuangan tanpa melanggar garis yang ditarik oleh Islam, serta dapat memenangkan hati orang-orang Kristen.

Perjuangan Bangsamoro sangat jauh berbeda dengan aksi terorisme di Suriah dan Irak.

Pejuang Moro memiliki struktur yang mencari prinsip-prinsip Islam tentang perang, perdamaian, dan minoritas.

Oruc menyebut organisasi perlawanan dengan moral dan prinsip semacam itu adalah sesuatu yang sangat langka di seluruh dunia.

Tidak salah untuk mengatakan bahwa Front Pembebasan Islam Moro adalah satu-satunya organisasi revolusioner yang tidak memungut pajak revolusi.

Baca: Plebisit UU Organik Bangsamoro Dimulai Besok, Begini Sejarahnya (Bagian 1 dari 6 Tulisan)

Baca: Sejarah Pendudukan AS dan Spanyol, Hingga Tergerusnya Populasi Muslim Moro (Bagian 2)

Baca: Komitmen Duterte, Presiden Filipina Keturunan Muslim dan Sahabat Nur Misuari (Bagian 3)

Baca: Senjata Bangsamoro Dilucuti, Tapi tak Dipotong (Bagian 4)

Baca: Alokasi Dana “Block Grants” hingga Pengadilan Syariah untuk Bangsamoro (Bagian 5)

Berikut bagian kelima wawancara eksklusif Anadolu Agency dengan Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul, Huseyin Oruc.

Huseyin Oruc, Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul
Huseyin Oruc, Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul (ANADOLU AGENCY/ISLAM YAKUT)

Anadolu Agency (AA): Bukankah MILF memungut pajak mengingat negara tidak ada?

HO: Negara ada (di seluruh wilayah). Ada pajak yang dipungut oleh negara. MILF belum mengumpulkan pajak apa pun sampai sekarang.

AA: Bagaimana dengan saat (MILF) sendiri dominan?

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved