Rp 2,8 Miliar untuk Taman Kota

Pada tahun 2019 ini, Pemko Banda Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3)

Rp 2,8 Miliar untuk Taman Kota
IST
TEUKU SAMSUAR, Kepala DLHK3 Banda Aceh

BANDA ACEH - Pada tahun 2019 ini, Pemko Banda Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar untuk revitalisasi taman kota. Revitalisasi tersebut mencakup kegiatan renovasi, rehabilitasi, dan penghijauan taman pada sembilan titik di Kota Banda Aceh.

Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai Februari 2019 hingga akhir tahun nanti. Salah satu objek yang akan ‘disolek’ yaitu Taman Sari (Bustanus Salatin). Di lokasi tersebut akan dilakukan perbaikan paving block, penambahan bunga dan sarana bermain, serta ornamen di sekitar air mancur agar semakin elok menjadi spot ‘selfie’ warga kota.

Hal itu diungkapkan Kepala DLHK3 Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi kepada Serambi, Senin (21/1). Meskipun diakui Rp 2,8 miliar terbilang kecil untuk peremajaan taman, DLHK3 berupaya untuk memberi ‘sentuhan’ di sejumlah taman agar lebih indah. “Untuk mempercantik taman kota mungkin bisa menghabiskan Rp 10 miliar. Tapi dengan Rp 2,8 miliar yang ada, setidaknya kita bisa bikin perubahan agar taman tidak monoton,” ujarnya.

Dengan perbaikan ruang terbuka publik tersebut, lanjut Samsuar, pihaknya berharap masyarakat Banda Aceh bisa lebih mencintai taman kota. Menurut dia, taman kota sudah sepatutnya menjadi destinasi keluarga karena selain indah juga menyehatkan. “Ajak lah keluarga pada pagi dan sore hari untuk menikmati keindahan taman. Fasilitas tersebut cocok sebagai tempat bersantai, bermain, juga menjadi wahana edukasi,” jelas dia.

Di samping itu, sambungnya, peremajaan sejumlah taman juga akan menambah pilihan spot rekreasi bagi warga kota untuk menikmati waktu akhir pekan. Dia berharap ke depan lokasi santai masyarakat tidak hanya terpusat di Taman Sari dan Blangpadang, tetapi juga tempat-tempat di pinggiran kota. “Semoga masyarakat di kawasan Meuraxa bisa bangga dengan Taman Meuraxa nantinya. Kita perlu mencontoh masyarakat di Surabaya dan Bandung yang menjadikan taman sebagai tempat rekreasi,” kata Samsuar.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi juga mengharapkan partisipasi masyarakat dengan ikut menjaga serta merawat taman yang sudah dipugar. “Kami minta masyarakat untuk menjaga kebersihan, merawat, dan menjaga keindahan taman. Di taman kami bikin pagar yang ideal, supaya masyarakat jangan menginjak rumput dan bunga,” ujarnya.

Menurut Samsuar, cinta Banda Aceh dapat diwujudkan dengan perilaku menjaga sarana dan prasarana di ibu kota provinsi tersebut. Taman menurutnya bisa menjadi tempat rekreasi favorit keluarga dan membuat warga lebih bahagia. “Banda Aceh dari hari ke hari terus berbenah, cintai lah kota Banda Aceh seperti rumah sendiri,” demikian Kepala DLHK3 Banda Aceh.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved