Kupi Beungoh

Majelis Hakim dan Jaksa KPK, Pertimbangkanlah Jasa Irwandi

Terpilih sebagai gubernur pertama melalui proses pilkada, Irwandi mewakili teman-teman seperjuangannya di saat perang

Majelis Hakim dan Jaksa KPK, Pertimbangkanlah Jasa Irwandi
TERDAKWA kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf (kiri) memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi (kanan) saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap DOKA di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (25/10). 

Selaku wakil rakyat di DPRA, saya adalah lawan debatnya saat pembahasan APBA, baik di forum atau media masa.

Namun ini adalah cerita berbeda, ada rasa kemanusaiaan yang terus mendera.

Di usia yang tak lagi muda, sulit bagi saya menerima kenyataan bila beliau harus dikurung penjara.

Beberapa waktu lalu, santer berita Ustaz Abu Bakar Baasyir telah diupayakan bebas dengan alasan tua, kesehatan dan kemanusiaan.

Baca: Hentikan Utang, Belajarlah dari Krisis Venezuela

Saya pun berharap pahlawan rakyat Aceh Irwandi Yusuf, bisa dibebaskan dari segala tuntutan dan kembali jadi jiwa merdeka, tanpa status tersangka.

Namun pasal lain kembali mencuat ke permukaan, KPK mengangkat perkara BPKS Sabang untuk alat sandera. Maka menjadi tipislah harapan kami untuk beliau bisa kembali pulang.

Namun, satu saja permintaan kami pada Hakim dan Jaksa KPK, bila memang Irwandi divonis bersalah atas perbuatannya, maka cukup rumahnya sajalah yang menjadi penjara.

Karena memang tak terkira jasa-jasanya, tak terkira kebaikannya, dan tak terkira upanya menjaga Aceh untuk tetap ada dalam peta Nusantara, Indonesia Tercinta.

*) PENULIS, Asrizal H Asnawi adalah Anggota DPR Aceh dari Partai Amanat Nasional (PAN).

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved