Tafakur

Perasaan Beribadah

Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu

Perasaan Beribadah

Oleh: Jarjani Usman

Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan yang lurus (QS. Al Hujurat: 7).

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa perasaan punya pengaruh terhadap kinerja seseorang. Demikian juga dalam beribadah, dipengaruhi perasaan (positif atau negatif). Lazimnya, seseorang yang merasa senang dalam beribadah, seperti shalat, akan berusaha untuk beribadah sebaik baiknya.

Ukuran beribadah shalat sebaik baiknya memang banyak, seperti melaksanakan shalat tepat waktu, menjaga bacaan, memahami apa yang diucapkan, khusyuk, dan berperilaku baik sebagaimana dalam ibadah shalat. Melaksanakan shalat seperti itu akan menimbulkan rasa puas dan senang di hati pelaksananya. Di samping itu, akan muncul perasaan senang untuk menghadiri shalat berjamaah dan majelis majelis ilmu untuk menambah ilmu pengetahuan. Makanya tidak mengherankan, orang orang yang datang untuk shalat berjamaah biasanya adalah orang orang yang sama, karena sudah merasakan ketenangan hati dan aiwa yang luar biasa.

Berbeda dengan perasaan orang orang yang beribadah asal jadi atau bahkan tak mau beribadah, yang belum memperoleh rasa senang dan puas ketika melaksanakan ibadah. Tidak akan memperoleh rasa itu selama belum berusaha membetulkan ibadah. Makanya tidak mengherankan bila mendapati orang orang yang keras kepala tak mau shalat berjamaah, walaupun masjid terletak di dekat rumahnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved