Tafakur

Mengambil Dunia

Dunia harus dijadikan sebagai ladang untuk menabung amal untuk kehidupan akhirat

Mengambil Dunia

Oleh: Jarjani Usman

“Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian” (HR. Muslim).

Walaupun arah hidup menuju akhirat, kita dianjurkan untuk tidak meninggalkan dunia. Dunia harus dijadikan sebagai ladang untuk menabung amal untuk kehidupan akhirat. Kalau diibaratkan akhirat sebagai daerah seberang sana, dunia adalah lautan yang harus diseberangi dengan menggunakan kapal yang bagus untuk menuju ke sana. Namun diingatkan agar pada saat mengambil dunia, tidak melupakan akhirat.

Apalagi dunia ini diciptakan begitu indah, yang bisa membuat kita melupakan akhirat. Pada saat memegang jabatan tertentu dan berhadapan dengan uang banyak, misalnya, godaan demi godaan untuk menyelewengkannya datang. Seakan-akan apa yang diselewengkan itu lebih besar kenikmatannya dibandingkan kenikmatan-kenikmatan yang akan diperoleh di akhirat. Padahal dunia jauh lebih kecil maknanya dibandingkan akhirat. Dalam suatu hadits dikatakan: “Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah satu dari kalian memasukkan satu jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang lengket di jari itu ketika diangkat (dari laut)” (HR. Muslim).

Siapapun bisa membayangkan jumlah air yang lengket di ujung jari (yang diibaratkan dengan dunia) dengan jumlah air lautan (yang diibaratkan dengan akhirat). Jadi, bagi orang yang sadar akan lebih memilih untuk fokus kepada akhirat, walaupun mengambil dunia secukupnya.

Tags
doa
Muslim
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved