Salam

Aturan Gali Sumur Bor Seharusnya Diperketat

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh sudah seharusnya memperketat pengawasan penggalian sumur bor

Aturan Gali Sumur Bor Seharusnya Diperketat
IST
SEMBURAN lumpur dari sumur bor di Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mencapai 25 meter, Rabu (23/1). Kebun yang terkena dampak semburan lumpur (kanan). 

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh sudah seharusnya memperketat pengawasan penggalian sumur bor baik oleh warga maupun pihak-pihak swasta dan pemerintah. Sebab, sudah beberapa kali terjadi insiden menakutkan gara-gara penggalian sumur bor yang tak melalui rekomendasi pihak berwenang atau ahlinya.

Kasus yang sedang heboh terjadi pada sumur bor yang digali di kebun cabai Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Sumur yang baru digali untuk dimanfaatkan airnya menyiram tanaman, tiba-tiba menyemburkan lumpur pekat sekitar 25 meter ke udara selama hampir 10 jam.

Sebetulnya, pada Selasa (22/1) pekerja baru menggali sumur tersebut sedalam 6 meter pipa atau sekitar 36 meter. Lalu pada Rabu (23/1) pagi pekerja hendak melanjutkan penggalian. Namun, belum sempat dilanjutkan, tiba-tiba sudah terjadi semburan. Pekerja pun langsung kabur. “Akibat semburan itu sebagian besar tanaman cabai kami mati tertimbun lumpur,” ujar Mukhlis, sang pemilik ladang.

Bukan hanya itu, insiden yang mengejutakan itu pun memaksa sebelas kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi semburan mengungsi ke sejumlah rumah warga lainnya di kawasan itu. Mereka mengungsi karena khawatir akan terjadi longsor di kawasan itu, mengingat diameter sumur bor sudah mencapai enam meter.

Sebelumnya juga ada beberapa kali hal-hal menakutkan saat penggalian sumur bor. Selain menyemburkan lumpur panas, ada juga yang menyemburkan gas yang kemudian disambar api. Artinya, penggalian sumur bor itu tidak boleh dilakukan sembarangan dan juga tak boleh dilakukan oleh orang-orang yang tak mendapat rekomendasi dari pihak berwenang.

Itulah yang kini harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat masyarakat kita, terutama petani sangat sering kesulitan air untuk menyiram tanaman mereka seperti cabai, bawang, dan lain-lain. Tanaman-tanaman itu lazimnya disiram dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Artinya, petani membutuhkan banyak air untuk tanaman itu agar tidak mati.

Oleh karenanya, sebaiknya pemerintah jangan membiarkan petani atau warga menggali sendir–sendiri sumur bor. Harusnya pemerintahlah yang mengadakan sumur bor untuk kepentingan petani serta di kawasan-kawasan pemukiman penduduk yang sering kesulitan air bersih.

Selain itu, pemerintah juga harus melatih dan memberi sertifikat kepada para penggali sumur yang selama ini menggali sumur-sumur untuk kepentingan petani dan warga. Mereka harus diberi pengetahuan teknis dan nonteknis soal daerah-daerah atai kondisi tanah seperti apa yang boleh digali sumur bor dengan tingkat kedalaman yang juga ditentukan. Jadi, ke depannya, hanya penggali bersertifikatlah yang boleh menggali sumur bor di daerah ini. Dengan demikian, proses penggalian tidak lagi dilakukan sembarangan demi mencegah hal-hal yang menakutkan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved