Demo DPRK Agara, Masyarakat Tuntut Pasar Dhuafa Difungsikan

Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Pajak Dhuafa Penengah Keadilan Lawe Rutung

Demo DPRK Agara, Masyarakat Tuntut Pasar Dhuafa Difungsikan
SERAMBI/ASNAWI LUWI
Warga yang mengatasnamakan dari aliansi masyarakat peduli pajak dhuafa penengah keadilan Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, demo Kantor DPRK Agara, Kamis (24/1). Demotran longmach dari pajak pagi menuju gedung mewah DPRK Agara yang jauhnya sekitar 3 kilometer. Demontran menuntut selamatkan pajak dhuafa dari sarang peredaran narkoba, kriminalisasi, prostitusi dan aksi kejahatan lainnya. 

KUTACANE - Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Pajak Dhuafa Penengah Keadilan Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, menggelar aksi demo di Kantor DPRK Agara, Kamis (24/1). Mereka menuntut agar Pajak (pasar) Dhuafa difungsikan agar tidak menjadi sarang narkoba, kriminalisasi, prostitusi dan aksi kejahatan lainnya.

Koordinator Aksi, Zulkarnaen, dalam orasinya, mengatakan, kios dhuafa itu dibangun pada 2015 dari dana otonomi khusus. Hingga sekarang pasar tersebut belum pernah ditempati dan akhirnya kini menjadi sarang narkoba dan maksiat.

“Ketika masyarakat hendak menempatinya, ada oknum-oknum orang kaya naik mobil melarang. Kita mau minta kejelasan status kepemilikan dan tanah pajak dhuafa, karena pengadaan tanah pajak dhuafa itu belum seluruhnya jadi milik Pemkab Agara. Dan kalau ada berurusan dengan hukum harus diselesaikan,” kata Zulkarnaen.

“Kami meminta audit penerima pajak dhuafa tersebut. Kami membayar retribusi harian di pasar untuk fasilitas, rumah dan bangunan DPRK, kenapa mereka semua tidak temui kita,” teriak Zulkarnaen lagi.

Aksi damai tersebut mayoritas diikuti para kaum perempuan. Demonstran akhirnya disambut Anggota DPRK, Hasanusi, T Dedi Faisal, Hafri Gunawan, Sekwan M Hatta, Kabid Pendapatan BPKD Agara, Kabid Aset, Wildan SSTP, Waka Polres Agara, Kompol Alwin Andriyan.

Hasanusi mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan polisi, jaksa, dewan, LSM, wartawan, dan unsur pemerintah, untuk mencari akar masalah. Selain itu juga perlu untuk ditinjau kembali SK yang telah dikeluarkan sebelumnya, termasuk mengkaji ulang siapa yang layak untuk menempatinya.

Sementara itu, Polres Agara, Kompol Alwin, mengatakan, mereka akan melakukan patroli dan menindaklanjuti laporan soal maraknya narkoba dan maksiat di Pasar Dhuafa tersebut. Pendemo usai berdialog dan akhirnya membubarkan diri dengan aman dan tertib sekitar pukul 12.00 WIB.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved