Mayoritas Penduduk Tamat SMP, Indonesia Susah Maju

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng mengatakan, sebagian besar penduduk Indonesia adalah lulusan SMP.

Mayoritas Penduduk Tamat SMP, Indonesia Susah Maju
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng mengatakan, sebagian besar penduduk Indonesia adalah lulusan SMP. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng mengatakan, sebagian besar penduduk Indonesia adalah lulusan SMP. Kondisi tersebut membuat bangsa ini susah maju.

"Malah penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 250 juta jiwa, tapi kita hanya memiliki 5.000-an guru besar," kata Prof Samsul saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) Tahun 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (25/1/2019) hingga Sabtu (26/1/2019) besok.

Samsul mengatakan, majunya suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.

"Peran dari FDGBI perlu kita tingkatkan untuk memacu kemajuan daerah dan kemajuan Indonesia tentunya," kata Samsul di depan 135 guru besar (profesor) se-Indonesia yang ikut rakernas.

Hadir juga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT.

Baca: Quo Vadis Dana Abadi Pendidikan Aceh?

Baca: Kasus Dana Pendidikan Mangkrak

Baca: Dinas Pendidikan Aceh Sertifikasi 1.000 Siswa SMK, Ini Tujuannya

Baca: Pendidikan Aceh di Era Revolusi Industri 4.0

Baca: Mendewasakan Pendidikan Aceh

Selaku keynote speaker dalam acara bergengsi itu, Nova Iriansyah sangat mengharapkan rakernas tersebut bisa memberikan solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yg sedang dihadapi bangsa ini.

"Kalau bukan pada guru besar pada siapa lagi kita berharap," kata Nova Iriansyah yang juga mantan dosen pada Fakuktas Teknik Unsyiah.

Ia berharap forum itu hendaknya bisa menjembatani antara Nawacita yang digagas Presiden Jokowi dengan tataran operasionalnya agar para pemerintah daerah dapat mengimplementasikannya di lapangan.

"Setidaknya ada batasan-batasan yang perlu dipedomani untuk menuju kemajuan yang indikatornya dapat diukur," kata Nova.

Sementara itu, mantan rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) menilai, pertemuan yang digelar di Gedung AAC Unsyiah itu sangat strategis bagi kemajuan bangsa.

Seharusnya, saran Apridar, di dalam rakernas itu dibagi menurut bidang kepakaran masing-masing guru besar.

"Tujuannya agar rekomendasi yang dihasilkan lebih profesional dan tepat sasaran serta dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit bangsa ini, demi kemajuan bersama," demikian Prof Apridar. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved