Opini

Tazkirah bagi Caleg

PENULIS, termasuk para pembaca mungkin sering mendapat SMS (pesan singkat) untuk memberi dukungan/memilih calon

Tazkirah bagi Caleg
Twitter
Poster caleg PKS bernama Joko Widodo viral di media sosial. 

Oleh Abdul Gani Isa

PENULIS, termasuk para pembaca mungkin sering mendapat SMS (pesan singkat) untuk memberi dukungan/memilih calon tertentu pada pemilu legislatif dan pilpres. Bahkan juga penulis menerima SMS, siapa yang lebih pantas dipilih mengingat banyaknya caleg baik dari partai nasional (Parnas) maupun dari partai lokal (Parlok). Pertanyaan seperti ini tidak hanya pada pemilu legislatif yang digelar pada 17 April 2019 mendatang, tetapi juga pengalaman yang sama terjadi pada pemilu legislatif dan pilpres sebelumnya.

Kegamangan dan keragu-raguan dari sementara pemilih, menurut penulis cukup beralasan: Pertama, karena pemilu sarana memilih para pemimpin dalam masa waktu tertentu (lima tahun), Wakil-wakil rakyat sebagai ahlul halli wal aqdi, hasil pemilihan akan sangat menentukan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan untuk masa waktu lima tehun ke depan.

Kedua, memilih pemimpin/wakil rakyat adalah bagian dari ibadah. Karenanya memilih pemimpin tidak sama dengan membeli kucing dalam karung. Tetapi setiap warga/pemilih harus mengenal siapa yang dipilih, bila perlu dengan istikharah. Tidak hanya melihat performa atau penampilannya semata, tetapi yang terpenting adalah akhlak (taat menjalankan ibadah, orangnya dikenal amanah, jujur dan berpihak kepada rakyat, tidak korup).

Ikhtiar, doa, dan tawakkal
Khusus kepada para caleg, yang mencalonkan dirinya pada Pemilu 2019 ini, paling kurang ada tiga hal yang harus diperhatikan, baik sebelum maupun setelah hari pemilihan, yaitu ikhtiar (usaha), doa, dan tawakkal.

Pertama, ikhtiar. Ihktiar identik dengan usaha. Tidaklah mungkin suatu cita-cita akan sampai begitu saja tanpa usaha. Misalkan seorang petani, tidak mungkin mendapatkan hasil panen hanya dengan duduk santai di rumahnya, tetapi diharuskan mengolah tanah, menanam bibit, mengairi, sampai akhirnya padi menjadi beras lalu dimakan. Seperti halnya para caleg, sudah mempersiapkan dirinya baik tenaga, pikiran dan finansial, bersaing secara kompetetif, seperti menebarkan kartu nama, spanduk, memajangkan gambar di area tertentu agar masyarakat tahu dan mengenal, sekaligus mau memilih dirinya.

Dalam upaya sosialisasi dan kampanye tersebut, yang diinginkan adalah masing-masing caleg menjaga agar tidak menganggu/mencemarkan nama baik orang lain; tidak menjurus kepada fitnah dan menjelek-jelekan nama baik orang lain; tidak menebarkan bibit permusuhan dan kebencian dengan cara merusak atribut pihak lain; dan tidak mengumbar janji muluk yang tidak mungkin dilaksanakan bila sudah terpilih nanti.

Untuk itu Islam memberikan aturan agar dalam setiap usaha masing-masing kontestan menjaga ukhuwah dan persaudaraan tetap terbina dengan baik; orang muslim bagaikan satu tubuh, harus menjaga saudaranya baik dengan tangan dan lidahnya; dan bila ada yang berbeda dan konflik segera mungkin di ishlahkan/didamaikannya. Sudah barang tentu usaha yang baik dengan cara-cara halal akan mendapat ridha Allah Swt. Sebaliknya bila usaha yang ditempuh ilegal, curang tidak halal, Allah juga tidak akan meridhai usahanya.

Kedua, doa. Di samping usaha, juga harus dibarengi dengan doa. Usaha dan doa dua hal yang padu dan tidak bisa dipisahkan. Usaha tanpa doa terasa hambar, doa tanpa usaha terasa gelap. Doa adalah penguatan batin dan semangat diri setelah berusaha. Rasulullah saw menjelaskan, ad-du’a-u mah-khul ibadah (doa itu otaknya ibadah). Doa juga merupakan senjata bagi mukmin.

Doa harus ditujukan kepada Allah swt, karena Dialah yang pantas kita meminta petunjuk dan pertolongan, agar diberikan jalan mudah dengan senantiasa selalu diridhai amal usahanya. Janganlah doa ditujukan kepada tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat, dan suci atau meminta peunawa (rajah air) dari “dukun” atau orang tertentu. Cara seperti ini harus hati-hati karena bisa menjurus kepada syirik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved