Tafakur

Ikhlas Menaati Allah

Kita bukan hanya diperintahkan beribadah, tetapi juga memikirkan ibadah-ibadah yang telah dilakukan

Ikhlas Menaati Allah
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)” (QS al-Bayyinah: 5).

Kita bukan hanya diperintahkan beribadah, tetapi juga memikirkan ibadah-ibadah yang telah dilakukan. Apalagi tak tertutup kemungkinan, ibadah yang dilakukan, walaupun banyak, tidak diterima Allah. Soalnya, ketika melakukannya tidak dengan hati yang ikhlas.

Hati yang ikhlas bisa mengajak untuk beribadah semata-mata karena Allah. Namun tak semua orang mampu meraihnya, karena banyak faktor bisa mengganggu hati dalam beribadah. Misalnya, beribadah dengan hati yang sombong. Juga tak jarang terjadi seseorang hamba yang beribadah asal jadi, yang penting telah dilakukan. Karena tu, sangat relevan Sayyidna Ali r.a. mengajak untuk lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima dari pada banyak beramal.

Bila ibadah dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah, akan melahirkan ketaatan juga dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang diucapkan dan langkah-langkah yang diayunkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, akan senantiasa terjaga, karena di hati telah tercipta komitmen untuk menjaga diri di jalan Allah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved