Mifa Hormati Proses Hukum

Kuasa Hukum Azizon Nurza dari Law Firm SST&P, Sophan Sosila SH MH memberikan penjelasan terkait pemberitaan sejumlah media

Mifa Hormati Proses Hukum
kompas.com
Ilustrasi 

* Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua DPRK

MEULABOH - Kuasa Hukum Azizon Nurza dari Law Firm SST&P, Sophan Sosila SH MH memberikan penjelasan terkait pemberitaan sejumlah media massa mengenai kehadiran kliennya yang merupakan CSR, Media Relations & Land Matter Manager PT Mifa Bersaudara di Mapolres Aceh Barat pada Senin (21/1) lalu. Menurut Sophan, kehadiran Azizon itu merupakan bentuk kepatuhan warga negara terhadap proses hukum.

“Kehadiran klien kami di Mapolres Aceh Barat menunjukkan sikap berjiwa besar dan itikad baik dari seorang warga negara yang taat hukum,” jelas Sophan dalam pers rilis kepada Serambi, Jumat (25/1). Siaran pers tersebut diterima dari Media Relation Senior Coordinator PT Mifa Bersaudara, Nazaruddin.

“Kedatangan ke Polres untuk memenuhi surat undangan Nomor: B/26/I/2019/Reskrim, tanggal 18 Januari 2019 yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Aceh Barat. Klien kami tidak pernah menghina Sdr (saudara) Ramli SE maupun pihak lainnya, seperti yang diberitakan media massa. Jadi, kami datang untuk menghormati dan mengikuti proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian itu, sehingga semuanya bisa terungkap nanti,” tegasnya.

Sophan menjelaskan, bahwa kliennya sudah memberi keterangan sebagaimana mestinya. Untuk itu, dia berharap, agar pihak kepolisian juga segera memanggil dan mengusut semua pihak yang terkait dengan perkara ini, terutama pihak media online yang membuat berita itu agar permasalahannya terang benderang.

“Soal ada orang merasa tersinggung akibat pemberitaan media online dan kemudian melaporkan kepada kepolisian, itu hak karena setiap warga negara dapat melapor kepada polisi, tapi semuanya kan tergantung pembuktian. Kita mengharapkan, semua pihak harus mengedepankan prinsip Presumption of Innoncence (praduga tak bersalah). Jangan sampai, menghakimi dan mendahului proses hukum. Kami percaya kepolisian akan memproses laporan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tukas Sophan.

Sophan memaparkan, bahwa laporan Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE terhadap Azizon Nurza itu karena adanya pemberitaan media online. Padahal, kliennya sejak awal sudah menyampaikan agar media tersebut menunggu konfirmasi resmi perusahaan terkait kunjungan Pansus DPRK Aceh Barat ke PT Mifa Bersaudara pada 22 Desember 2018.

“Pada Minggu, 23 Desember 2018, klien kami sudah menyampaikan kepada media bersangkutan untuk mencabut atau meralat berita tersebut karena apa yang dimuat dalam berita media online itu tidak dengan izin klien kami. Bagi kami biar proses hukum yang bicara, tak perlu berkoar-koar,” tandas Sophan.

Diperiksa Sebagai Terlapor
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat memeriksa Humas PT Mifa Bersaudara, Azizon Nurza atas kasus dugaan komentar pada sebuah media online terkait lembaga dewan setelah dilaporkan oleh Ketua DPRK, Ramli SE ke polisi. Pemeriksaan Azizon yang turut didampingi pengacara PT Mifa Bersaudara itu di Mapolres Aceh Barat, Senin (21/1).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK kepada wartawan, Senin (21/1), mengatakan, pemeriksaan Azizon Nurza sebagai saksi terlapor oleh Ketua DPRK. Dijelaskannya, setelah pemeriksaan terlapor, ke depan penyidik akan memeriksa pihak dari sebuah media online yang menjadi barang bukti (BB) dalam kasus yang dilaporkan tersebut. Sedangkan, pelapor Ketua DPRK Aceh Barat sudah dimintai keterangan setelah membuat laporan resmi ke Polres Aceh Barat pada 4 Januari 2019.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved