Pemilih di Galus 64.293 Orang

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah menetapkan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 sebanyak 64.293 orang

Pemilih di Galus  64.293 Orang
surat suara

* Tak Miliki KTP-El, Tetap Bisa Memilih

BLANGKEJEREN - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah menetapkan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 sebanyak 64.293 orang. Jumlah tersebut berdasarkan rekapitulasi penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Dua (DPTHP2), di 297 Tempat Pemugutan Suara (TPS) dalam 11 kecamatan.

“Total pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupaten Gayo Lues mencapai 64.293 pemilih berdasarkan DPTHP2, dengan rincian 31.841 pemilih laki-laki dan 32.452 pemilih perempuan yang tersebar di 297 TPS,” kata Ketua KIP Galus, Said Abdullah, kepada Serambi, Jumat (25/1).

Dari jumlah itu, pemilih disabilitas ia sebutkan sebanyak 198 pemilih, dengan rincian penyandang disabilitas tuna grahita mencapai 72 orang, tuna daksa 67 orang, tuna runggu atau wicara 27 orang, tuna netra 19 orang dan pemilih disabillitas lainnya 13 orang.

Pihaknya juga menginforasikan bahwa bagi penduduk yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-El) tetap bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Hal itu dimungkinkan menyusul keluarnya peraturan baru, khususnya kepada masyarakat yang sudah melakukan perekaman data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapili), yang dibuktikan dengan surat keterangan.

“Kalau sebelumnya pemilih yang tidak ada atau belum mengantongi KTP El tidak memiliki hak pilih, namun sekarang telah diberikan kemudahan, terutama yang telah melakukan perekaman data di Disdukcapil. Dengan demikian partisipasi pemilih kita harapkan bisa meningkat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan bahwa suket (surat keterangan) resmi dari Dinas Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) bisa digunakan sebagai pengganti kartu tanda penduduk(KTP) untuk kepentingan mencoblos di Pemilu 2019.

Tjahjo mengatakan Suket bisa digunakan bila yang bersangkutan sudah merekam data kependudukan namun belum menerima KTP-elektronik. “Sesuai kesepakatan antara Kemendagri, KPU, dan Komisi II DPR RI, jika ada warga yang sudah merekam tapi belum mendapat KTP-el maka bisa menggunakan Suket,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Akan tetapi menurut dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Suket tersebut agar bisa dianggap sebagai pengganti KTP yang valid. Pertama adalah Suket itu harus dikeluarkan Dukcapil dan telah melalui proses pencocokan dan penelitian oleh KPU RI dan yang bersangkutan harus sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang dirilis KPU RI.

“Lalu dalam Suket harus mencantumkan alamat lengkap mulai dari RT, RW hingga desa atau kelurahan, itu semua akan ada di PKPU (Peraturan KPU),” ungkapnya.(c40)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved