Tafakur

Sandiwara Kehidupan

Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan

Sandiwara Kehidupan

Oleh Jarjani Usman

“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” (QS. An-Nahl: 91).

Kehidupan sebahagian orang memang persis seperti sebuah sandiwara bisnis. Berani berinvestasi dengan mengeluarkan modal uang dan tenaga untuk mengiklankan diri sebagai orang baik dan punya kemampuan tinggi, lalu terpilih sebagai pemimpin atau wakil rakyat, dan meraih berbagai keuntungan. Lima tahun kemudian kembali melakukan hal yang sama. Namun tentunya tidak orang yang berbuat demikian memperoleh laba.

Sebahagian orang, walaupun telah menghabiskan banyak modal, tidak memperoleh keuntungan atau kemenangan sama sekali. Bila berpikiran bisnis, ketidakberhasilan dianggap sebagai resiko bisnis. Oleh karena itu, resiko itu harus berani ditanggung orang-orang yang berani berspekulasi.

Bahkan orang yang berhasil menjadi pemimpin atau wakil rakyat pun belum tentu memperoleh keberuntungan, terutama jika ingkar janji. Janji di hadapan rakyat memang menjadi bagian dari iklan, tetapi mewujudkan janji-janji adalah kewajiban kepada Allah. Kewajiban itu tidak akan terhapus seiring dengan berakhirnya jabatan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang ingkar janji adalah orang munafik (HR. Bukhari & Muslim). Juga diingatkan: “Orang yang merendahkan orang-orang Mukmin dan yang berjanji namun tidak menepati janjinya, mereka bukanlah golonganku dan aku bukanlah dari golongan mereka.” (HR. Muslim).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved