Alasan Baru ke Blangpadang

PELESIRAN keliling kota bisa menjadi alternatif mengisi akhir pekan. Jika Anda warga Kota Banda Aceh atau kebetulan sedang

Alasan Baru ke Blangpadang
SERAMBI/M ANSHAR
HIBURAN murah meriah berupa mobil hias (odong-odong) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

PELESIRAN keliling kota bisa menjadi alternatif mengisi akhir pekan. Jika Anda warga Kota Banda Aceh atau kebetulan sedang berada di kota itu, menikmati malam di Lapangan Blangpadang bisa menjadi pilihan menyenangkan. Jika malam tiba, Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut terlihat gemerlap bermandikan cahaya lampu. Selain keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) yang ‘memagari’ sisi lapangan, kini mobil hias atau odong-odong menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Alasan baru ke Blangpadang.

Ya, untuk merasakan serunya keliling dengan mobil hias yang semarak dengan kerlap-kerlip lampu, kini Anda tak perlu jauh-jauh lagi ke Yogyakarta. Mobil hias alias odong-odong yang sempat hits di ‘Kota Pelajar’ itu, sekarang juga ada di ibukota provinsi ujung barat negeri ini. Siap mengajak Anda berkeliling dengan mengayuh sembari menikmati malam.

Berlokasi di jantung kota dengan diapit oleh Museum Tsunami dan Masjid Raya Baiturrahman, membuat Blangpadang ramai dikunjungi. Seperti pemandangan yang terlihat saat Serambi menyambangi Lapangan Blangpadang, baru-baru ini. Warna warni mobil-mobil hias yang berseliweran terlihat kontras di tengah kelam malam. Sementara deretan PKL yang ‘memagari’ salah satu sisi lapangan, terlihat semarak dengan lampu-lampu neon yang bergelantungan memendarkan cahaya temaram. Menunggu pengunjung mengisi ‘amunisi’ dengan jajanan khas kaki lima. Hiburan murah meriah ini diminati wisatawan dan juga warga lokal yang ingin sekadar jalan-jalan.

“Kadang ada anak kecil yang sampai nangis minta naik, tapi waktu udah habis. Ya udah kita coba ngomong sama petugasnya, kasihan datang jauh-jauh pengen naik odong-odong. Wisatawan juga ada yang datang, kan ini sekalian untuk mendukung wisata halal,” terang Wawax, seorang pemilik mobil hias.

Ia mengaku, kalau akhir pekan dan musim baik, antrean bisa lebih panjang dari biasanya. Padahal ia mengantongi izin hanya dari lepas magrib sampai pukul 23.00 WIB. Kecuali jika ada upacara peringatan, mobil hias tutup karena Lapangan Blangpadang harus disterilkan.

Laki-laki paruh baya ini menikmati menghabiskan hari tuanya dengan berbagi keceriaan lewat usaha yang diretasnya. Pensiunan bankir ini mengaku, mendesain dan mendatangkan langsung mobil hias dari Yogyakarta.

Bedanya, jika di ‘kota budaya’ itu dipatok tarif Rp 30 ribu sekali putaran, maka di Banda Aceh cukup membayar Rp 20 ribu saja. Mobil hias ini bisa menampung empat penumpang dewasa atau lebih jika anak-anak. Siapkan energimu dan mari menikmati keseruan mengayuh odong-odong. Bahagia dengan cara sederhana.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved