Tafakur

Salah Perkiraan

Celaka besar bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira

Salah Perkiraan

Oleh: Jarjani Usman

“Celaka besar bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sama sekali tidak!” (QS. Al Humazah: 1-4).

Singkatnya waktu hidup di dunia ini maunya tidak berkurang lagi akibat salah perkiraan. Misalnya, mayoritas waktu hidup dikerahkan untuk mencari harta semata-mata, seakan-akan kekayaanlah yang menjadi ukuran utama kesuksesan hidup. Padahal bila itu yang menjadi target utama, bisa berdampak buruk.

Pertama, akan merasa bahwa orang-orang yang tak mampu mengumpulkan harta banyak termasuk orang yang gagal, sehingga digolongkan sebagai orang berderajat rendah. Makanya tak sedikit orang yang hanya menghargai orang-orang yang banyak harta saja, sedangkan orang-orang miskin diabaikan. Padahal Nabi Muhammad SAW juga tidak memilih harta banyak, juga tak mewariskannya.

Kedua, akan cenderung menilai semua dengan uang atau harta benda. Akibatnya, segala kegiatan yang mendatangkan uang akan diutamakan, sedangkan yang bersifat sosial akan cenderung diabaikan. Padahal kegiatan-kegiatan sosial banyak mendatangkan kebahagiaan hidup, yang penting untuk kebaikan fisik dan jiwa. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang hanya demi harta bisa menambah tekanan jiwa dan bahkan fisik.

Yang lebih mencelakakan, mengutamakan harta bisa melupakan tujuan hidup di dunia dan kehidupan akhirat. Karena target utama harta, banyak orang berani melakukan kejahatan yang mendatangkan uang.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved