Asrama Mahasiswa Dibangun Asal Jadi

Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku kecewa dan ‘naik pitam’ saat meninjau asrama mahasiswa Abdya

Asrama Mahasiswa Dibangun Asal Jadi
IST
Pembangunan asrama mahasiswa Abdya di Aceh Barat senilai Rp 5 miliar tidak selesai dibangun, Senin (28/1) sore di Alue Peunyareng, Aceh Barat. Akibatnya, asrama tersebut belum bisa ditempat oleh mahasiswa Abdya yang menimba ilmu di Aceh Barat 

* Wabup Abdya Kecewa

BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku kecewa dan ‘naik pitam’ saat meninjau asrama mahasiswa Abdya di Aceh Barat yang terkesan dibangun asal jadi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT kepada Serambi melalui pesan whatsApp seusai meninjau pembangunan asrama yang menghabiskan anggaran Rp 5 miliar tersebut.

“Saya sangat kecewa dan sedih saat melihat bangunan asrama tersebut,” ujar Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT kepada Serambi, Senin (28/1) malam. Dia tambahkan, dengan anggaran yang diplotkan sebesar Rp 5 miliar DOKA 2018 itu, harusnya bangunan asrama untuk mahasiswa Abdya yang berada di Alue Peunyareng, Kecamatan Mueruboh, Aceh Barat, itu sudah bisa ditempati tahun ini.

“Sekarang, jangankan ditempati, pondasinya saja ada yang bolong-bolong dan sangat tidak layak. Selain itu, bangunan lantai satu saja belum terbentuk layaknya tempat tinggal mahasiswa,” ucapnya.

Bukan itu saja, Muslizar mengaku kecewa kepada rekanan yang diduga mengambil sejumlah material seperti pasir dan tanah kerikil di dekat lokasi pembangunan asrama. Akibat pengambilan material itu terdapat sejumlah lubang besar dan membuat pemandangan seputar lokasi tak enak dipandang mata dan membahayakan mahasiswa.

“Harusnya rekanan sadar bahwa mahasiswa yang tinggal di situ untuk menimba ilmu, bukan mau memelihara bebek, karena ada kolam bekas galian,” cetusnya.

Untuk itu, Muslizar meminta pihak rekanan menyelesaikan pembangunan tersebut dan segera menimbun bekas galian yang sudah menjadi kolam tersebut. “Kita akan menyurati dinas terkait, dan meminta agar pembangunan itu harus tuntas dan bisa digunakan segera,” pungkasnya seraya menyebutkan telah meninggalkan asrama dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh Serambi, pembangunan asrama tersebut tidak selesai dikerjakan diakibatkan terjadinya putus kontrak. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh menilai bahwa dengan waktu yang tersedia pihak pelaksana pekerjaan tidak cukup waktu menuntaskan pembangunan asrama tersebut. “Nilai kontraknya itu sebesar Rp 4,5 miliar lebih, dan dikerjakan oleh PT KLU,” ujar salah seorang sumber dari dinas.

Kepala Dinas Perkim dan LH Abdya, Firmansyah ST saat dikonfirmasi Serambi mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab bangunan asrama mahasiswa Abdya di Aceh Barat itu tak selesai dibangun. “Kan dulu Otsus sempat kembali ke provinsi, jadi kita hanya mengusulkan anggaran dan DED saja. Jadi, terkait pelaksanaan dan teknis lainnya itu kewenangan provinsi, bukan kita,” ujar Kadis Perkim dan LH Abdya, Firmansyah ST didampingi Kabid Perumahan Rakyat dan Bangunan Gedung, Andrianto.

Namun, Firman tidak membantah bahwa asrama mahasiswa itu tidak selesai dibangun, karena terjadi putus kontrak. “Kabarnya seperti itu (putus kontrak). Namun, kita sudah berkomunikasi, provinsi berjanji pembangunan asrama itu akan diselesaikan hingga bisa dimanfaatkan,” katanya.

Andri menyebutkan, jika berpedoman pada DED asrama mahasiswa tersebut, dengan anggaran sebanyak Rp 5 miliar, seharusnya sudah bisa digunakan. “Ya, Rp 5 miliar itu sudah selesai semua. Bahkan, itu sudah termasuk untuk pamasangan keramik lantai satu dan lantai dua,” sebutnya. Andri berjanji akan terus berkomunikasi dengan dinas Perkim Aceh, sehingga asrama tersebut dibangun hingga selesai dan bisa dimanfaatkan. (c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved