Tafakur

Bahasa Keadilan

Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah

Bahasa Keadilan

Oleh Jarjani Usman

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maidah: 8).

Bila sudah mendukung suatu pihak, kata-kata yang dikeluarkan seseorang hamba dari pun akan cenderung memihak. Bahasa yang dipakai akan centering membantu, mendukung dan memuja satu pihak dan menjatuhkan pihak lain. Bahkan, bila yang didukung berbuat kemungkaran, akan dicarikan bagaimana menggunakan bahasa yang bersifat membenarkan.

Padahal Islam mengajak untuk berbuat adil. Tak terkecuali dalam menggunakan bahasa ketika menghadapi orang yang dianggap musuh. Lebih-lebih tak jarang terjadi, yang dianggap musuh adalah saudara-saudara seiman, yang seharusnya lebih tepat disebut teman seperjuangan. Perjuangan tidak pernah selesai, karena selalu saja ada yang harus diperjuangkan dalam menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Semua perjuangan itu membutuhkan kerjasama dengan sesama saudara.

Namun bila sudah dianggap musuh dengan sesama iman dengan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, maka perjuangan bersama itu akan sulit dilakukan. Sebagaimana kata pepatah, kata-kata kadangkala lebih melukai hati ketimbang pedang. Dampak buruk dari kata-kata yang menyakitkan juga susah disembuhkan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved