Bupati Rumahkan Seluruh Tenaga Honor Aceh Selatan

Bupati Aceh Selatan, H Azwir SSos menginstruksikan kepada seluruh kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK)

Bupati Rumahkan Seluruh Tenaga Honor Aceh Selatan
For Serambinews.com
SK Bupati Aceh Selatan tentang pemberhentian tenaga kontrak.

TAPAKTUAN - Bupati Aceh Selatan, H Azwir SSos menginstruksikan kepada seluruh kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), para kepala bagian di lingkungan setdakab, camat, kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD), kepala TK, SD, dan SMP di lingkungan Pemkab Aceh Selatan untuk merumahkan seluruh tenaga honorer di lingkungan pemerintah setempat.

Keputusan bupati yang mulai memicu pro-kontra itu tertuang dalam surat Nomor 800/53/2019 tentang Pemberhentian Tenaga Kontrak/Honorer yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Selatan, H Azwir SSos, tanggal 22 Januari 2019.

Pada poin pertama surat itu dijelaskan bahwa dalam rangka efisiensi anggaran di lingkungan Pemkab Aceh Selatan, bupati menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk merumahkan seluruh tenaga kontrak/honorer pada masing-masing unit kerja di lingkungan Pemkab Aceh Selatan.

Pada poin kedua surat itu, Bupati Azwir juga menginstruksikan kepada para kepala unit kerja agar memanggil kembali tenaga kontrak/honorer yang memiliki loyalitas, kompetensi, disiplin, berkinerja baik, dan dianggap dapat membantu kelancaran tugas kedinasan untuk dapat bekerja kembali pada masing-masing unit kerja selama masih didukung ketersediaan anggaran.

Setelah dikeluarkannya surat keputusan bupati itu, beragam reaksi muncul di kalangan masyarakat. Ada yang berharap Bupati Aceh Selatan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut karena diprediksi nilai akan banyak honorer yang menjadi korban atas kebijakan dimaksud.

“Sayang yang sudah honor bertahun-tahun, karenanya kami meminta pertimbangan kembali supaya tidak ada tenaga honorer yang menjadi korban atas kebijakan tersebut,” harap Ilham, warga Samadua.

Terkait dengan surat edaran bupati tersebut Serambi belum berhasil meminta penjelasan dari Bupati Azwir, namun Kabag Humas Setdakab Aceh Selatan, Masriadi MSi yang dikonfirmasi terpisah mebenarkan adanya surat dimaksud. “Lebih jelasnya nanti kita jumpai Pak Bupati saja,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Selatan, Hj Hayatun SH yang dikonfirmasi Serambi mengaku bahwa tenaga honorer yang terampil dan profesional tetap dipakai, tapi hal itu tergantung pada ketersediaan anggaran di dinas masing-masing.

“Sebenarnya instruksi bupati itu untuk menindaklanjuti masukan dari beberapa kepala dinas yang disampaikan kepada Pak Sekda dan selanjutnya dilapor ke Pak Bupati sehingga seluruh pejabat dan BKPSDM diundang untuk rapat dengan bupati pada 2 Januari 2019,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Hayatun, banyak hal yang dibicarakan terkait perkembangan akhir-akhir ini, terutama menyangkut BKPSDM. Namun, yang pertama kali dibicarakan bupati adalah mengenai tenaga honorer, mengingat ada beberapa dinas yang tenaga honorernya sudah berlebih.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved