Penetapan Wilayah Penyaluran Pupuk Rawan penyimpangan

Kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) disalurkan oleh dua distributor

Penetapan Wilayah Penyaluran Pupuk Rawan penyimpangan
Serambinews.com
Seorang buruh menyusun barang bukti pupuk bersubsidi sebanyak 5 ton yang kini diamankan di Polres Pidie 

BLANGPIDIE - Kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) disalurkan oleh dua distributor, yakni PT Meuligoe Raya dan PT Pertani. PT Meuligoe Raya ditetapkan sebagai distributor tunggal penyaluran pupuk urea produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) ke seluruh kecamatan atau sebanyak sembilan kecamatan. Empat jenis pupuk bersubsidi lainnya, SP-36, ZA, NPK Phonska dan Organik diproduksi PT Petrokimia Gresik ditetapkan sebagai distributor penyalur adalah PT Meuligoe Raya dan PT Pertani.

Keterangan diperoleh Serambi, Selasa (28/1), PT Pertani menyalurkan pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, NPK Phonska, dan organik ke kios pengecer resmi di enam kecamatan, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Blangpidie, Susoh dan Tangan-Tangan. Penyaluran untuk tiga kecamatan lainnya, Setia, Manggeng, dan Lembah Sabil ditetapkan sebagai penyalur adalah PT Meuligoe Raya.

Penetapan wilayah kecamatan penyaluran pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, NPK Phonska dan organik oleh PT Petrokimia Gresik selaku produsen, kemudian menarik perhatian karena terjadi keanehan. Sebab, wilayah penyaluran yang ditetapkan tidak sesuai dengan urutan kecamatan.

PT Meuligoe Raya ditetapkan menyalurkan pupuk bersubsidi untuk wilayah tiga kecamatan, yaitu Lembah Sabil, Manggeng, kemudian melompat ke Kecamatan Setia. Padahal, bila disesuaikan dengan urutan, setelah Kecamatan Manggeng adalah Kecamatan Tangan-Tangan, bukan Kecamatan Setia.

Demikian juga PT Pertani selaku distributor penyaluran pupuk bersubsidi untuk enam kecamatan, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Blangpidie, Susoh, kemudian melompat ke wilayah Kecamatan Tangan-Tangan. Padahal, bila mengacu pada urutan, maka setelah Kecamatan Susoh adalah Kecamatan Setia, bukan Kecamatan Tangan-Tangan.

Sumber yang layak dipercaya kepada Serambi menjelaskan bahwa penetapan wilayah penyaluran pupuk tidak sesuai urutan kecamatan sudah terjadi sejak tahun 2018 dan berlanjut sampai tahun 2019. Peristiwa ini dinilai rawan terjadi penyimpangan dalam distribusi pupuk oleh kios pengecer ke para petani. Jatah Pupuk yang disalurkan PT Meuligoe Raya di Kecamatan Setia bisa saja jatuh ke Kecamatan Tangan-Tangan dan Kecamatan Susoh yang menjadi wilayah PT Pertani, karena letaknya bertetangga.

Begitu juga pupuk yang disalurkan PT Pertani di Kecamatan Tangan-Tangan bisa saja jatuh ke wilayah Kecamatan Manggeng dan Kecamatan Setia, yang sebenarnya wilayah distributor PT Meuligoe Raya, juga karena letaknya bertetangga.

Menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi tingkat kecamatan, maka pihak produsen dalam hal ini PT Petrokimia Gresik diminta menetapkan wilayah penyaluran oleh distributor agar disesuaikan dengan urutan kecamatan, tidak melangkahi kecamatan tertentu seperti yang terjadi sekarang ini.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, drh Nasruddin yang dihubungi Serambi, Senin (28/1) sore menjelaskan, penetapan wilayah penyaluran pupuk bersubsidi oleh distributor merupakan kewenangan pihak produsen. Dalam hal ini wilayah penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea ditetapkan PT PIM.

Sementara wilayah penyaluran pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, NPK Phonska, dan organik ditetapkan PT Petrokimia Gresik selaku produsen.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved