Terkait Desain Kertas Suara, Panwaslih tak Dilibatkan

Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Aceh, Marini, mengaku, pihaknya tidak dilibatkan oleh Komisi Independen Pemilihan

Terkait Desain Kertas Suara, Panwaslih tak Dilibatkan
IST
MARINI, Komisioner Panwaslih Aceh

BANDA ACEH - Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Aceh, Marini, mengaku, pihaknya tidak dilibatkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dalam hal pengawasan kertas suara. Sampai saat ini, pihaknya mengaku belum mengetahui bagaimana desain kertas suara dibuat.

“Kami nggak pernah tahu bagaimana desain kerta suara itu. Saya juga nggak tahu apakah partai lokal ada dilibatkan atau tidak,” kata Marini kepada Serambi, Selasa (29/1).

Berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana Panwas selalu dilibatkan. Pemilu tahun 2019 ini, KIP disebutkannya seperti bermain sendiri. “Pelibatan Panwaslih sesuai dengan instruksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI,” imbuh Marini.

Bawaslu sebelumnya memang telah memastikan akan melakukan pengawasan terhadap pencetakan kertas suara yang dilakukan oleh perusahaan percetakan. Dalam melakukan pengawasan itu, Bawaslu akan memastikan beberapa hal.

Pertama jumlah seluruh kertas suara yang dicetak tersebut terdiri total surat suara dan terdiri dari provinsi mana saja. Kedua adalah timeline (rencana kerja) pencetakan surat suara. Bawaslu memastikan agar produksi kertas suara sesuai dengan waktu yang ditentukan sehingga tidak mengganggu tahapan pemilu 2019 selanjutnya.

Ketiga, pengawasan terhadap proses pencetakan, mulai kesesuaian desain kertas suara dengan hasil cetakan hingga kerahasiaan cetakan surat suara. Dalam pengawasan proses pencetakan ini, Bawaslu juga memastikan mekanisme kerja dan kemampuan mesin percetakan kertas suara atau cetak pelat serta hasil cetak kertas suara. Hal ini meliputi desain, kualitas warna, security printing, pemotongan, sortis surat suara rusak hasil cetak dan kualitas pengepakan atau bahan yang digunakan.

Keempat, akses pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan pencetakan, dalam hal ini pengawasan langsung dan akses terhadap dokumen. Menurut Marini, pengawasan terhadap proses pencetakan ini sangat penting untuk memastikan tidak adanya kesalahan yang pada akhirnya dapat menganggu tahapan pemilu. Karena itu, dengan tidak adanya pelibatan oleh KIP Aceh, Panwaslih dikatakannya tidak bisa mengawasi proses cetak kertas suara.

“Kita tidak tahu apakah nama-nama yang diusulkan sudah masuk dalam kertas suara, termasuk nama-nama yang dicoret yang seharusnya tidak ada lagi dalam kertas suara,” ujar Marini.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved