Tafakur

Akhlak Berpolitik

Entah apa yang membuat banyak di antara kita menggandrungi caci maki dengan sesama, lebih-lebih ketika membicarakan

Akhlak Berpolitik

Oleh: Jarjani Usman

“Agama Islam seluruhnya adalah akhlak, maka barangsiapa yang menghilangkan akhlakmu, sesungguhnya telah menghilangkan agamamu” (Ibnu Qayyim al Jauziah).

Entah apa yang membuat banyak di antara kita menggandrungi caci maki dengan sesama, lebih-lebih ketika membicarakan soal politik. Padahal para politisi sendiri sering berubah-ubah pikiran dan pendirian dalam berpolitik. Kali ini berpasangan, lain kali berlawanan. Sedangkan kita rakyat biasa terus bergelimang dosa karena kerap bertengkar dengan sesama.

Islam membolehkan kita untuk berpolitik, tetapi tidak untuk meninggalkan akhlak mulia. Akhlak mulia jauh lebih penting, dan karena itu pula Nabi diutus. Akhlak mulia menuntun cara berpolitik. Sehingga politik yang dijalankan bertujuan untuk menciptakan kebaikan bersama, mempererat persatuan, memperkuat kesatuan umat, dan sejenisnya.

Tentunya, untuk mewujudkan harapan-harapan seperti itu, memerlukan kehadiran orang-orang baik, bukan orang yang menampak-nampakkan kebaikannya sesaat menjelang pemilihan umum. Apalagi telah diingatkan bahwa bila orang-orang baik tidak diberikan kesempatan untuk terjun dalam dunia politik, maka akan masuk orang-orang buruk untuk mengelola negara ini dan mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan mereka.

Karena itu, kita perlu hati-hati dalam memilih. Memilih orang-orang baik termasuk bagian dari akhlak mulia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved