Dugaan Korupsi Dana Desa Diusut

Polres Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melakukan penyelidikan (lidik) tentang penggunaan anggaran dana Desa

Dugaan Korupsi Dana Desa Diusut
IST
MOHD BASORI, Kapolres Abdya

* Rp 445 Juta APBG Blang Makmur tak Bisa Dipertanggungjawabkan

BLANGPIDIE – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melakukan penyelidikan (lidik) tentang penggunaan anggaran dana Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee yang terindikasi tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp 445 juta dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2018 mencapai Rp 1,2 miliar lebih.

“Informasi yang kita terima bahwa ada indikasi anggaran Desa Blang Makmur sekitar Rp 445 juta tak bisa dipertanggungjawaban,” kata Kapolres Abdya, AKBP Mohd Basori SIK dalam audiensi dengan pengurus dan anggota PWI Abdya di ruang kerja kapolres, Rabu (30/1).

Berdasarkan informasi tersebut, jelas Kapolres, dia telah memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan. AKBP Moh Basori yang menjabat sebagai Kapolres Abdya sejak 1 November 2018 lalu menerangkan, tim penyidik saat ini sedang mengumpulkan data dengan meminta keterangan dari pihak terkait dalam pengelolaan anggaran Gampong Blang Makmur tahun 2018.

Sebelumnya, Inspektorat Abdya telah merampungkan pemeriksaan terhadap aliran kas Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee. Salah satu temuannya adalah, ada penyerahan uang bernilai ratusan juta dari bendahara gampong kepada keuchik tanpa kuitansi atau bukti tertulis sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Pemeriksaan ini menyikapi adanya laporan pihak perangkat gampong setempat tentang ketekoran kas desa mencapai Rp 445,63 juta. Kekosongan kas itu mencuat pasca laporan hilangnya Muhammad Aris (48), Keuchik Blang Makmur ketika memancing di tanggul kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh pada 31 Desember 2018.

Sementara itu, keberadaan Muhammad Aris (48), Keuchik Gampong Blang Makmur yang diduga hilang ketika memancing di tanggul kolam labuh PPI Ujong Serangga, Kecamatan Susoh pada 31 Desember 2018 lalu, hingga Kamis (30/1) kemarin, masih saja dibalut misteri. Dugaan awal, korban hilang karena diseret arus laut pada saat memancing. Namun, setelah dilakukan pencarian secara maksimal, Keuchik M Aris juga belum ditemukan.

Kini, aparat penegak hukum di Abdya sedang melakukan penelusuran atas berkembangnya dugaan bahwa Keuchik Blang Makmur, Muhammad Aris itu sengaja menghilangkan diri terkait pengelolaan anggaran desa dan beban utang pribadi pada pihak ketiga. Lalu, yang bersangkutan membuat rekayasa sendiri seolah-olah hilang ketika memancing ikan.

Terkait dugaan bahwa Keuchik M Aris masih hidup namun sudah ‘kabur’ ke Malaysia, Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori menjelaskan, bahwa pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya sudah meminta bantuan pihak imigrasi untuk menelusurinya.

“Bila yang bersangkutan ke luar negeri melalui jalur resmi, yaitu menggunakan paspor pasti akan terdeteksi pihak imigrasi. Tapi, bila berangkat melalui jalur tak resmi (jalur belakang), sulit terlacak,” ulas Kapolres. Mencuatnya dugaan korban ke luar negeri, menurut AKBP Moh Basori, didasari karena menurut informasi bahwa Muhammad Aris beberapa tahun sebelumnya pernah bekerja di Malaysia.

Pantauan Serambi, di masyarakat kini berkembang deras rumor kalau Keuchik M Aris diduga sengaja menghilangkan diri ke luar Abdya, malah sudah ke luar negeri. Dia diduga tidak mampu menanggung beban pikiran sangat berat, baik menyangkut pengelolaan anggaran desa dan beban utang pada pihak ketiga.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved