Kejari Aceh Timur Musnahkan Barang Bukti Minyak Mentah 116.000 Liter

ejaksaan Negeri Aceh Timur, bersama Polres, dan Pengadilan Negeri Idi, Kamis (31/1/2019) memusnahkan barang bukti minyak mentah dari sejumlah perkara

Kejari Aceh Timur Musnahkan Barang Bukti Minyak Mentah 116.000 Liter
For Serambinews.com
Kejaksaan Negeri Aceh Timur, bersama Polres, dan Pengadilan Negeri Idi, Kamis (31/1/2019) memusnahkan barang bukti minyak mentah dari sejumlah perkara yang telah diputuskan oleh PN setempat, di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Kejaksaan Negeri Aceh Timur, bersama Polres, dan Pengadilan Negeri Idi, Kamis (31/1/2019) memusnahkan barang bukti minyak mentah dari sejumlah perkara yang telah diputuskan oleh PN setempat, di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

“Total barang bukti minyak mentah yang dimusnahkan sebanyak 116.000 liter, dari 24 perkara tindak pidana pertambangan mineral dan batubara yang telah dieksekusi,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas.

Kegiatan itu turut didampingi Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, Kasat Reskrim, AKP Erwin Satrio Wilogo, Perwakilan PN Idi, Andi Efendi, Kasi Pidum Muliana, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Edi Suhaidi, dan Perwakilan Disdagkop, Nazarina.

Barang bukti minyak mentah yang dimusnahkan ini, kata Abun Hasbulloh, merupakan dari 24 perkara tindak pidana minerba yang telah inkrah.

Baca: Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi dari Lokasi Pencurian Lembu

Baca: Kapolres Aceh Timur: Wartawan dan Polisi Saling Membutuhkan dalam Menjaga Kamtibmas

Baca: Kejari Aceh Timur Musnahkan Ganja, Sabu-sabu, dan Uang Rupiah Palsu Senilai 10 Juta

“Terdakwanya telah dieksekusi, karena itu saat ini barang buktinya kita musnahkan sesuai amanah undang-undang,” jelas Abun.

Secara terpisah, Kasipidum Kejari Idi, Muliana SH, mengakatan semua perkara tindak pidana pertambangan Minerba yang dilimpajkan Polres ke Kejaksaan telah divonis.

Namun demikian, sejauh ini, jelas Muliana, Kejaksaan Negeri Idi, masih menerima sejumlah pemberitahuan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polres Aceh Timur, terkait perkara tindak pidana pertambangan mineral dan batubara.

“Namun tersangka dan barang buktinya belum diserahkan kepada kita," tukas Muliana. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved