Sekda Aceh Lantik Tiga Pejabat Eselon II

Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, pada Rabu (30/1) pukul 17.00 WIB di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh

Sekda Aceh Lantik Tiga Pejabat Eselon II
IST

* Hari Ini Jabatan Sekda Dermawan Berakhir

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, pada Rabu (30/1) pukul 17.00 WIB di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, melantik tiga pejabat eselon II. Ketiga pejabat yang dilantik itu adalah Bustami Hamzah MSi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, menggantikan pejabat lama Jamaluddin MSi, Ak yang dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Ia menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Kadisbudpar Aceh, Amiruddin Tjoet Hasan yang memasuki masa pensiun terhitung 1 Februari 2019.

Satu lagi pejabat yang dilantik kemarin adalah Suhaimi MH sebagai Sekretaris DPRA, menggantikan A Hamid Zein MHum yang sudah pensiun pada Oktober 2018.

Acara pelantikan tiga pejabat eselon II kali ini dihadiri Ketua DPRA yang baru, Muhammad Sulaiman, Asisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah, Inspektur Aceh, Zulkifli, dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (KPA), pejabat eselon III dan IV, undangan, dan wartawan.

Sebelum membacakan pidato Plt Gubernur Aceh, Sekda Dermawan menyatakan, pelantikan tiga pejabat eselon II yang dilakukannya kemarin atas nama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, merupakan pelantikan yang terakhir baginya, karena mulai hari ini, Kamis (31/1) masa tugasnya sebagai PNS dan Sekda Aceh, sudah berakhir.

“Pada tanggal 26 Januari 2019 lalu, usia saya sudah 60 tahun. Sebagai seorang PNS, itu merupakan akhir dari masa tugas,” kata Dermawan.

Pelantikan tiga pejabat eselon II, kata Dermawan, merupakan hadiah akhir masa tugas yang diberikan Plt Gubernur Aceh kepadanya. “Saya lakukan ini karena sudah diperintah,” ucapnya.

Kepada tiga pejabat yang dilantik itu, kata Dermawan, tak perlu lagi diberikan arahan untuk bekerja ikhlas, baik, jujur, dan berprestasi. Mereka sudah membaca dan menandatangani pakta integritas. Itu merupakan janji mereka kepada dirinya sendiri untuk selalu bekerja ikhlas, jujur, dan berprestasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam melayani publik.

Dalam pakta integritas yang dibaca dan ditandatangani, kata Dermawan, di sana sudah tertulis bahwa jika dalam masa enam bulan tidak bisa bekerja dengan baik, sesuai aturan dan berprestasi, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri, sebelum dicopot dari jabatannya. Itu artinya, jika dalam masa enam bulan ada terjadi pergantian jabatan terhadap dirinya maka yang bersangkutan harus menerimanya dengan ikhlas dan tidak melakukan hal yang sebaliknya.

Tapi, kata Dermawan, selama ia menjadi Sekda Aceh, lima tahun tiga bulan, belum satu pun pejabat eselon II yang dilantik gubernur maupun dirinya, yang merasa berkinerja buruk mengundurkan diri. “Jabatan yang diberikan kepada kita merupakan amanah dan jika sewaktu-waktu dicopot, kita harus ikhlas menerimanya, bukan sebaliknya melakukan perlawanan. Ada jabatan itu berakhir sesuai masa tugas, ada juga yang berakhir sebelum memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved