14 Nelayan Idi Pulang

Sebanyak 14 dari 16 nelayan telah kembali pulang ke kampung masing-masing, seusai terdampar di pantai Myanmar

14 Nelayan Idi Pulang
Serambinews.com
Forkopimda Aceh Timur, berfoto bersama nelayan Aceh Timur, setelah dipulangkan dari Myanmar, Kamis (31/1/2019). 

* Seusai Terdampar di Negeri Myanmar

IDI - Sebanyak 14 dari 16 nelayan telah kembali pulang ke kampung masing-masing, seusai terdampar di pantai Myanmar dan ditangkap sejak 6 November 2018 lalu. Pemulangan para nelayan itu oleh beberapa pihak terkait, termasuk pemerintah pusat akhirnya berhasil dan penyerahan nelayan itu dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh di pendopo bupati, Idi, Kamis (31/1).

Berita acara penyerahan ditandatangani oleh Sekretaris Dinsos Aceh, Devi Riansyah, dan Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Ahyat, yang disaksikan Forkopimda dan jajaran SKPK. Termasuk juga Danposal TNI AL Kuala Idi, Panglima Laot Lhok Idi Razali, dan para keluarga.

Acara diawali dengan peusijuk atau tepung tawar para nelayan oleh Abu Gurep, yang selanjutnya juga menyerahkan bingkisan dari Pemkab Aceh Timur. Devi Riansyah, mengatakan dari 16 nelayan yang terdampar di Myanmar, sebanyak 14 orang yang dipulangkan.

Dia menjelaskan satu nelayan nama Nurdin (41) meninggal dunia di Myanmar dan telah dikebumikan secara Islam oleh kelompok masyarakat Melayu yang beragama Islam di Myanmar. Termasuk juga atas dasar persetujuan rekan-rekan nelayan lainnya, ujarnya.

Disebutkan, untuk satu orang lagi selaku kapten kapal atas nama Jamaluddin, masih ditahan oleh Pemerintah Myanmar untuk menjalani proses pengadilan. Devi mengatakan proses pemulangan nelayan ini menunjukan bahwa Pemerintah Indonesia sangat peduli terhadap setiap persoalan yang dialami warga negara Indonesia di luar negeri.

“Apapun yang terjadi terhadap masyarakat Indoenesia di luar negeri, harus tetap diperjuangankan, dan dipulangkan dengan selamat dan hal itu menjadi komitmen pemerintah di semua tingkatan,” jelasDevi. “Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi,” harap Devi.

Dari 14 nelayan yang dipulangkan, jelas Devi, terdapat dua anak masih berusia di bawah umur dan berharap agar Pemkab Aceh Timur, memberikan kepada dua anak tersebut pendidikan yang layak. “Harapan dubes, dan Plt Gubernur Aceh, kedua adik-adik ini tidak lagi diajak menjadi nelayan, tetapi harus belajar, karena masih usia sekolah, bukan mencari nafkah,” ujar Devi.

Sedangkan Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Akhyat menyampaikan terimkasih kepada semua pihak, yang telah membantu memfasilitasi pemulangan para nelayan ini. Sehingga, katanya, harapan keluarga nelayan itu yang sudah disampaikan kepada pemerintah, akhirnya dapat dipenuhi oleh pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, serta pihak lainnya.

“Kepada almarhum Nurdin, kita doakan agar mendapatkan pahala sahid di sisi Allah SWT, karena meninggal dunia dalam perjalanan mencari nafkah untuk anak dan keluarga,” ujarnya. Dikatakan, untuk kapten kapal yang masih ditahan di Myanmar, kami tetap mengharapkan bantuan semua pihak, sehingga juga dapat pulang untuk berkumpul bersama keluarganya.

Sekda juga menyambut baik semua saran, dan masukan dari Pemerintah Aceh tentang keselamatan para nelayana di laut. Dia menyatakan telah meminta dinas terkait agar seluruh kapal nelayan dilengkapan sistim navigasi dan peralatan keselamatan.

“Imbauan Pemerintah Aceh ini menjadi catatan bagi kita semua, bahwa setiap nelayan harus melengkapi peralatan yang cukup, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dingingkan. Begitu juga anak di bawah ini umur akan diberikan pendidikan yang layak,” jelas Sekda.

Selain memberikan bantuan bingkisan, Pemkab Aceh Timur juga memberikan santunan Rp 5 juta per nelayan. “Semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk meringankan beban para nelayan,” harap Sekda M Ikhsan Akhyat.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved