LHA Kembalikan Uang Konsumen

Kasus dugaan penipuan terhadap konsumen yang melibatkan Perusahaan Lux Home Appliance (LHA) dengan modus

LHA Kembalikan Uang Konsumen
SERAMBI/KHALIDIN
WARGA menerima pengembalian selisih uang dan penukaran barang rusak dari Perusahaan Lux Home Appliance (LHA) di Mapolsek Penanggalan, Kota Subulussalam, Rabu (30/1). 

* Hasil Mediasi Kepolisian

SUBULUSSALAM - Kasus dugaan penipuan terhadap konsumen yang melibatkan Perusahaan Lux Home Appliance (LHA) dengan modus menjual barang diimingi undian berhadiah diselesaikan secara persuasif yakni pengembalian sebagian uang kepada korban. “Kita tempuh cara terbaik, masyarakat tidak dirugikanlah,” kata Kapolsek Penanggalan, Iptu Arifin Ahmad kepada Serambi, Rabu (30/1), di Mapolsek Penanggalan, Kota Subulussalam.

Menurut Iptu Arifin, jumlah warga yang melapor ke Polsek mencapai 40-50 orang. Semua pelapor itu, jelasnya, telah dimediasi dengan pihak LHA sehingga setuju degan opsi pengembalian sebagian uang selisih harga barang yang mereka dibeli. Sedangkan, untuk warga yang baru membayar panjar atau uang muka, dikembalikan secara utuh. Kecuali itu, korban juga bisa menukar barang-barang yang dibeli dan telah rusak untuk diganti baru. Penggantian uang nasabah ini dilakukan langsung aparat kepolisian di sana.

Menurut Kapolsek, pihaknya berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang merasa dirugikan guna menghindari terjadinya hal-hal tak diinginkan. Dia berharap, opsi yang dilakukannya itu menjadi alternatif terbaik. “Hasil kesepakatan antara perusahaan dengan konsumen, uang muka yang diserahkan masyarakat akan dikembalikan penuh. Kemudian, untuk barang yang rusak diganti kembali,” tukas Iptu Arifin.

Ia mengimbau, masyarakat untuk lebih bijak dan waspada dengan cara tidak mudah terbujuk atau terkecoh bila ada iming-iming. Di era modern saat ini, ulasnya, ada beragam cara orang mencari uang, termasuk melakukan penipuan. Salah satu celah paling mudah adalah via telepon seluler dengan modus hadiah.

“Ini sebenarnya modus lama, tapi di tempat kita baru mulai. Untuk itu, kami imbaua agar warga lebih bijak dan jangan gampang percaya, pastikan dulu kebenarannya. Kalau menyangkut uang atau barang, pastinya perlu pendalaman dlu biar tidak tertipu,” imbau Iptu Arifin.

Pantauan Serambi di kantor LHA, sejak Rabu (30/1) pagi, para nasabah hilir mudik mendatangi Mapolsek Penanggalan membawa barang dan faktur bon sebagai bukti untuk ditukar jika rusak dan mendapat uang ganti sebagai selisih harga. “Daripada rugi banyak, yang penting ada pengembalian, anggap impaslah,” kata Jainuddin, salah seorang korban.

Melihat fakta di lapangan, para konsumen yang terjebak iming-iming undian berhadiah bukan hanya kalangan menengah ke bawah, tapi tak sedikit orang berduit, bahkan ada beberapa kalangan berpendidikan termasuk pejabat. Kabarnya, jumlah warga yang menjadi konsumen LHA mencapai ribuan.

Sementara itu, informasi yang didapat Serambi, kegiatan serupa juga terjadi di Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Namun, perusahaan yang terlibat bukan LHA, tapi bernama Lux Home Solution (LHS). Kabar terakhir menyebutkan, LHS di Rimo sudah tutup.

Praktik yang dilakukan LHS juga sama persis dengan kegiatan usaha LHA di Subulussalam. Idrus Lingga, salah satu warga Rimo membenarkan, bahwa LHS menjalankan kegiatan usaha yang sama yakni menghubungi warga via telepon seluler yang katanya hasil pengacakan data seluler. Kepada warga yang dihubunginya, pihak LHS menyatakan mereka berhak atas hadiah atau undian. Setelah calon nasabah datang ke kantor LHS, mereka ditawarkan menggesek kupon atau voucer.

Belakangan kantor atau bangunan tempat usaha LHS sudah tutup, diduga hengkang setelah banyak warga terjebak iming-iming. Belum diketahui pasti berapa jumlah warga yang menjadi konsumen LHS, tapi diperkirakan di atas ratusan orang.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved