Tafakur

Menjual Kepada Allah

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka

Menjual Kepada Allah

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka” (QS. At Taubah: 111).

Yang paling ditakutkan oleh seorang penjual adalah tidak laku apa yang dijualnya. Apalagi bila terus-menerus tak laku, bisa bangkrut bisnis yang dijalankan. Bila bangkrut, maka kehidupan diri dan keluarga pun bisa terdampak. Makanya, melakukan bisnis itu harus hati-hati dan serius. Lalu bagaimana bila apa yang kita “jual” ditolak pembeliannya oleh Allah?

Allah memastikan dalam sejumlah ayat Alquran bahwa akan membeli jiwa dan harta dari orang-orang mukmin. Allah juga memastikan bahwa apa yang dijual oleh hamba-hambaNya bisa ditolak bila tidak memenuhi syarat. Misalnya, barang yang dijual tidak dengan hati yang ikhlas, barang tidak suci atau haram, dihasilkan asal jadi atau tidak benar, dan lain-lain. Seharusnya setiap kita hati-hati terhadap adanya penolakan dari Allah, yang menyebabkan kita bangkrut di dunia dan akhirat.

Karena itu, setiap diri kita perlu selalu berusaha memikirkan bagaimana caranya agar produk-produk yang kita jual (seperti ibadah, hubungan dengan sesama manusia, sedekah, dan lain-lain) telah sesuai dengan persyaratan yang diinginkan. Lebih-lebih saat berbisnis dengan Allah itu punya masanya, yaitu sewaktu masih hidup di dunia ini. Bila sampai akhir hayat kita belum sempat menghasilkan produk yang benar, maka sia-sialah hidup di dunia ini, yang selanjutnya menghasilkan kesengsaraan di kubur dan akhirat kelak.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved