Pernah Jalin Kasih Sebelum Menikah

Dua tersangka pembunuh Jazuli Bin Ismail (34), penjual es campur asal Desa Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara

Pernah Jalin Kasih Sebelum Menikah
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

* Kasus Pembunuhan Penjual Es Campur

LHOKSUKON – Dua tersangka pembunuh Jazuli Bin Ismail (34), penjual es campur asal Desa Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara ternyata pernah menjalin hubungan sepasang kekasih sebelum mereka menikah.

Usai terpisah sekian lama, hubungan mereka kembali berlanjut setelah bertemu melalui media sosial, facebook. Padahal, keduanya sama-sama sudah berumah tangga dan memiliki dua anak. Boleh jadi, inilah yang disebut dengan Cinta Lama Bersemi Kembali (CBLK).

Kedua tersangka adalah Jamaliah alias Novi (30). Ia merupakan istri dari Jazuli Bin Ismail. Sementara selingkuhannya, Musliadi (26) alias Adi Pukik, warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Adi ditangkap di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, pada Selasa (22/1) sekira pukul 14.00 WIB. Sedangkan Jamaliah ditangkap di Peunayong, Banda Aceh juga pada Selasa (22/1) sekira pukul 22.00 WIB. Kala itu, ia menyamar menjadi Novi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jazuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher. Kejadian itu terjadi Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 02.30 WIB, dan korban ditemukan di tempat tidur dalam kamarnya.

Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur dalam kamar lain saat menidurkan anaknya. Belakangan terungkap kalau pelaku pembunuhan itu dilakukan Mus alias Adi Pukik yang tak lain mantan kekasih dari Jamaliah.

“Pengakuan keduanya, sebelum menikah mereka pernah menjalin hubungan sebagai kekasih. Tapi hubungan mereka kandas. Mereka bertemu kembali lewat media sosial di facebook. Keduanya pun kembali menjalin hubungan,” ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Rabu (30/1) sore.

Disebutkan, setelah merajut kembali hubungan sebagai sepasang kekasih, Jamaliah sering menceritakan persoalan rumah tangganya kepada Adi. Bahkan, keduanya sempat melakukan hubungan badan berulangkali. Sehingga, muncul niat untuk membunuh korban supaya mereka dapat menikah. “Mereka sudah lama merencanakan pembunuhan tersebut,” katanya.

Menurut Kasat Reksrim, Adi sudah mengakui perbuatannya. Demikian juga dengan Jamaliah sudah mengakui perbuatannya. “Jamaliah mengakui yang membukakan pintu belakang rumahnya supaya Adi bisa masuk di malam kejadian tersebut. Dan dia juga yang memastikan kalau suaminya sudah tertidur,” katanya.

Ditambahkan, keduanya sudah dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Sementara untuk mengungkapkan kasus itu, pihak penyidik sudah memeriksa sebanyak delapan orang saksi. Kini, kasus itu hanya menunggu pemberkasan saja guna dilimpahkan ke Kejari Aceh Utara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin menyebutkan, penyidik akan segera mengadakan rekontruksi (reka ulang) di lokasi, setelah berkas kasus tersebut dilimpahkan ke jaksa. Nantinya jaksa peneliti berkas juga akan diundang bersama dengan pengacara tersangka. “Setelah dilimpahkan ke jaksa, baru kita mengadakan reka ulang,” katanya.

Tujuan diadakan reka ulang untuk mengetahui detil kronologis pembunuhan tersebut juga untuk mengungkap fakta-fakta baru yang terjadi dalam pembunuhan tersebut.

Karena, seperti pengalaman kasus-kasus sebelumnya, banyak fakta baru yang terungkap ketika diadakan reka ulang. “Jadi nanti akan terungkap bagaimana kasus pembunuhan itu terjadi secara detil,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved