Polisi Periksa Pemilik Lahan

Polres Aceh Barat, Kamis (31/1), memeriksa empat warga di Meulaboh yang merupakan pemilik lahan gambut yang terbakar

Polisi Periksa Pemilik Lahan
SERAMBI/RIZWAN
DANREM 012/TU, Kolonel Inf Aswardi (dua dari kiri) didampingi Bupati Aceh Barat, Ramli MS, dan Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa memimpin pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (31/1). 

* Danrem Pimpin Operasi Pemadaman Karhutla

MEULABOH - Polres Aceh Barat, Kamis (31/1), memeriksa empat warga di Meulaboh yang merupakan pemilik lahan gambut yang terbakar di tiga desa dalam Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten setempat. Status keempat warga itu sejauh ini masih sebagai saksi.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, menyebutkan, pemeriksaan keempat warga ini dilakukan di Polsek Johan Pahlawan. Selain keempat pemilik lahan itu, turut juga diperiksa dua warga lain yang disebut-sebut sebagai saksi yang mengetahui kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga menyebabkan kabut asap pekat di Meulaboh.

“Sudah kami panggil pemilik lahan guna dimintai keterangan. Ada empat orang pemilik lahan dan dua warga lainnya sebagai saksi,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK di sela-sela memantau operasi pemadaman kebakaran oleh tim gabungan bersama Danrem 012/TU, Kolonel Inf Aswardi SE dan Bupati Ramli MS.

Kapolres menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya menyelidiki dan mendalami perbuatan warga yang telah menyebabkan keresahan masyarakat serta menyebabkan kabut asap dan kerusakan lingkungan. Bahkan, tukas Raden Bobby, pihak kepolisian sudah memasang police line di lokasi lahan yang terbakar untuk memudahkan penyelidikan.

Sementara itu, Danrem 012/TU, Kolonel Inf Aswardi SE didampingi Kasrem Letkol Inf Yudiono SAg, Bupati Aceh Barat Ramli MS, dan Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, serta Danyonif 116/GS meninjau lokasi karhutla di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (31/1). Danrem langsung memimpin operasi pemadaman kebakaran itu yang sangat terbantu dengan turunnya hujan lebat pada Kamis pagi.

Danrem Aswardi mengatakan, dalam upaya pemadaman itu pihaknya mengerahkan 150 prajurit dari Yonif 116/GS bersama prajurit Korem, Kodim 0105, Koramil, Polres, Polsek, serta BPBD, dan tim lain di Aceh Barat. Sejumlah alat pemadam kebakaran seperti selang, mesin pompa air, dan mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. “Alhamdulillah, hujan turun sehingga kebakaran lahan sudah padam total,” kata Danrem didampingi Kapolres.

Meski api sudah padam, ulas Aswardi, pihaknya bersama tim terkait lainnya masih akan terus memantau karhutla di kawasan tersebut. Dia berharap, ke depan warga jangan lagi main bakar lahan agar tidak terjadi karhutla.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS menambahkan, kebakaran lahan sudah berulangkali terjadi di daerah itu, terutama pada saat musim panas. Bahkan, jelas Bupati, Pemkab bersama pihak kepolisian dan TNI berkali-kali mengingatkan warga supaya tidak membakar lahan ketika akan berkebun, apalagi lahan gambut yang mudah terbakar namun sulit dipadamkan.

Ramli MS mengungkapkan, untuk menangani persoalan ini, Pemkab akan membuat embung air di lokasi yang selama ini sering terbakar lahan sehingga memudahkan pemadaman. “Termasuk penyediaan selang yang perlu ditambah karena jangkauan jauh ke dalam. Namun yang terpenting adalah perlu didata warga-warga di sekitar ini serta komitmen untuk tidak lagi membakar lahan ketika berkebun,” tukasnya.

Di sisi lain, Bupati Ramli MS memberikan apresiasi tinggi kepada tim gabungan dari Pemkab, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras sehingga api berhasil dipadamkan. “Ini patut kita syukuri, hujan sudah turun,” demikian Bupati Aceh Barat.

Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (KPKB) Aceh Barat pada Kamis (31/1) pagi sekira pukul 07.30 WIB, membagikan sekitar 200 masker kepada murid SDN 8 Meulaboh di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan. Pasalnya, desa tersebut merupakan daerah yang paling parah dikepung asap pada pagi hari. “Masker ini diharapkan dapat membantu mereka saat bersekolah,” Koordinator KPKB Aceh Barat, Rahmad Maulizar, kemarin.

Informasi lain yang diperoleh Serambi, kemarin, mengungkapkan, jumlah lahan gambut yang terbakar sebagaimana dilansir BPBD Aceh Barat seluas 7 hektare. Rinciannya, di Desa Lapang seluas 3,5 hektare, Desa Suak Raya 2,5 hektare, serta Desa Leuhan 1 hektare. Sedangkan, kabut asap yang sempat melanda di Jalan Suak Raya, pada Kamis kemarin, sudah hilang menyusul hujan lebat yang mengguyur Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved