ADI Gelar Pelatihan ‘Public Speaking’

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh menggelar pelatihan public speaking yang berlangsung 28-31 Januari 2019

ADI Gelar Pelatihan ‘Public Speaking’
ist
usat Penerbitan dan Penelitian UIN Ar Raniry dan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar seminar internasional tentang politik Islam, Kamis (18/10/2018) di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar Raniry, Banda Aceh. 

BANDA ACEH - Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh menggelar pelatihan public speaking yang berlangsung 28-31 Januari 2019 di Kompleks Markas Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Kegiatan itu diikuti puluhan mahasiswa.

Kegiatan dengan tema “Melatih Kader Dai yang Handal dan Profesional” itu menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan. Di anataranya, Enzus Tinianus MH, Muhammad Muslim MA, Hayatullah Zuboidi SSosI, Drs Ridwan Ibrahim MPd, Wahyu Rezeki MIKom dan Dr Rahmadhon Tosari.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengisi masa libur mahasiswa sekaligus untuk melatih kemampuan komunikasi mereka ketika berhadapan dengan publik (masyarakat) saat menyampaikan pesan-pesan dakwah,” ujar Ketua Panitia, M Reza Adlani SSos.

Reza menambahkan, para peserta selain dibekali materi-materi tentang teori. Selain itu, mereka juga diminta untuk mempraktikkan public speakingnya pada setiap sesi pelatihan. Kepada peserta yang paling bagus penampilannya akan diberikan penghargaan di sesi terakhir.

Sementara Sekretaris ADI Aceh, Dr Abizal M Yati Lc MA mengatakan, pelatihan public speaking merupakan alat untuk melatih kader dai agar mampu dan terampil menyampaikan pesan-pesan agama. Tujuannya agar pesan dakwah tepat sasaran dan sesuai kebutuhan umat era millenial, pesan juga harus akurat dan tanpa ada keraguan.

Ia menambahkan, para mahasiswa Akademi Dakwah Aceh perlu dibekali dengan ilmu public speaking agar mereka memiliki keahlian atau kemahiran dalam mengelaborasikan pesan dakwah.

“Mengingat medan dakwah begitu sulit dan tantangan global pun di depan mata, kiranya pelatihan ini sangat berharga dan diperlukan bagi eksistensi mereka dalam menghadapi medan dakwah yang sangat menantang di masa depan,” tandas Dr Abizal.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved