Opini

DBD Darurat Lagi?

DEMAN Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus

DBD Darurat Lagi?
KOMPAS.COM
Nyamuk penyebab DBD 

Oleh Ibrahim dan Sri Mulyati Mukhtar

DEMAN Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dominan hidup di wilayah tropis dan subtropis, seperti Indonesia.

Memasuki musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu kita harus ekstra waspada dengan penyakit ini. Pasalnya, nyamuk ini mempunyai intensitas berkembang biak yang tinggi pada musim ini dan mampu terbang sejauh 100 meter, sehingga proses penularannya berlangsung sangat cepat dari orang ke orang dalam waktu singkat.

Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan sedikitnya 50 juta kasus DBD terjadi di seluruh dunia tiap tahunnya. Asia rangking pertama dan juga Indonesia juara satu kasus DBD tertinggi di ASEAN.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, per 30 Januari 2019 tercatat 11.280 kasus DBD, di antaranya 110 jiwa korban meninggal di seluruh Indonesia sejak awal tahun ini. Pastinya DBD telah menjadi penyakit endemik di Indonesia sejak 1968 dan menjadi satu masalah utama kesehatan di Indonesia, dengan penyebaran dan jumlah penderita yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

Gejala DBD
Dulu penyakit DBD ditandai dengan gejala demam dan munculnya bintik atau bercak merah pada kulit, sekarang gejala ini tidak selalu ada lagi. Ciri-ciri klinis DBD umumnya ditandai oleh demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, rasa sakit di belakang kelopak mata, otot dan sendi, hilangnya nafsu makan, mual-mual, dan ruam pada kulit.

Gejala pada anak-anak dapat berupa demam ringan yang disertai ruam. DBD stadium lanjut ditandai dengan demam tinggi (40-41ºC) selama dua sampai tujuh hari, wajah kemerahan, dan gelaja lainnya yang menyertai demam berdarah ringan.

Berikutnya dapat muncul kecenderungan pendarahan, seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga pendarahan dalam tubuh. Pada kasus yang sangat parah, mungkin berlanjut pada kegagalan saluran pernapasan, shock, dan kematian.

Tak terelak lagi setiap kali muncul kasus DBD, respons masyarakat yang acap kali muncul meminta pemerintah (Dinas Kesehatan) segera melakukan fogging di lingkungan mereka.

Masyarakat sangat perlu dicerdaskan tentang fogging, tidak semua kasus DBD harus di-fogging. Fogging tak dapat menyelasaikan masalah secara komprehensif, karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved