Harga TBS Naik, Petani Kembali Bergairah

Harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai membaik selama sepekan belakangan

Harga TBS Naik, Petani Kembali Bergairah
SERAMBI/DEDE ROSADI
Petani sawit di Aceh Singkil, menaikan sawit ke truk untuk dijual ke pabrik, Selasa (31/1). Produksi kelapa sawit memasuki musim trek.SERAMBI/DEDE ROSADI 

BLANGPIDIE - Harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai membaik selama sepekan belakangan. Kendati pengerakan kenaikan harga sangat lamban, namun diperkirakan hal ini akan mengembalikan gairah petani untuk mengurus kebun yang telantar sebagai ekses terpuruknya harga komoditas unggulan tersebut dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.

Pantauan Serambi, Jumat (1/2), pada level petani di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee, harga TBS yang ditampung pedagang pengepul berkisar antara Rp 850 sampai Rp 870 per kg, mengalami kenaikan sekitar Rp 100 per kg dari tingkat harga pekan lalu berkisar Rp 730 sampai Rp 770 per kg. Harga ini memang masih jauh jika dibandingkan dengan kondisi pada akhir Maret 2018, di mana TBS kelapa sawit dihargai antara Rp 1.300-1.320 per kg.

Salah seorang petani di Babahrot mengatakan, pergerakan harga TBS sawit selama sepekan terakhir sedikit memberi harapan, meskipun belum memberikan keuntungan mengembirakan bagi petani. “Harga sawit paling rendah Rp 1.000 per kg baru bisa sedikit memberikan pendapatan bagi petani, setelah menutup biaya perawatan,” kata Usman, warga Gampong Alue Dawah, Babahrot.

Salim, salah seorang pedagang pengepul di Kecamatan Kuala Batee menjelaskan, kenaikan harga TBS sawit selama beberapa hari belakangan setelah pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kawasan Kabupaten Nagan Raya meningkatkan harga tampung pada kisaran Rp 1.030 sampai Rp 1.050 per kg.

Hal yang sama juga dikemukakan Armansyah, pedagang pengepul dari Kecamatan Babahrot. “Sekarang ini, sawit dari petani bisa kita tampung Rp 850 per kg,” katanya. Pihaknya, optimis harga akan meningkat, meskipun pergerakannya sangat lamban.

Produksi berkurang
Sementara itu, keterangan yang diperoleh Serambi mengungkapkan, di saat harga TBS kelapa sawit bergerak naik dalam sepekan terakhir, produktivitsnya justru berkurang di tingkat petani. Areal kelapa sawit seluas 2 hektare (ha) yang dalam keadaan normal bisa menghasilkan 2 sampai 3 ton TBS, kini cuma berproduksi antara Rp 1,5 sampai Rp 2 ton per ha. Turunnya produktivitas ini diduga akibat tanaman kelapa sawit kurang terurus.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved